Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

21 Ponpes Gontor-Jamaah An Nadzir Gelar Salat Idul Adha Minggu 16 Juni 2024 Mendahului Pemerintah, Ini Alasannya

Y. Raharyo • Senin, 17 Juni 2024 | 03:13 WIB
Jamaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa, melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Baitul Muqaddis Pondok An-Nadzir, Minggu, 16 Juni 2024
Jamaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa, melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Baitul Muqaddis Pondok An-Nadzir, Minggu, 16 Juni 2024

BALIEXPRESS.ID - Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) hingga Jamaah An-Nadzir menggelar Salat Idul Adha 1444 Hijriah pada Minggu (16/6/2024) pagi. Mendahului keputusan pemerintah.

Ponpes Gontor menggelar serentak di 21 pondok jejaringnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Di PMDG Ponorogo, Salat Id dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, dengan diikuti ribuan santri.

"Hari ini, Pondok Gontor melaksanakan Salat Idul Adha tidak hanya di pondok pusat, tetapi juga di 21 pondok cabang Gontor di seluruh Indonesia," kata Juru Bicara PMDG, Ustadz Riza Ashari dilansir dari Antara.

Ibadah Salat Id di PMDG Ponorogo dimulai pada pukul 06.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 07.00 WIB.

Sebelumnya, pada hari Sabtu (15/6), para santri di pondok cabang Gontor telah melaksanakan Puasa Arafah.

Penetapan waktu puasa dan Saalat Idul Adha di PMDG mengikuti ijtihad pimpinan pondok yang mengacu pada waktu pelaksanaan ibadah haji di Makkah.

"Pelaksanaan Salat Idul Adha hari ini sebagaimana ijtihad dan keputusan dari rapat pimpinan Pondok Gontor, yakni dengan mengikuti ketetapan waktu yang ada di Makkah," jelas Ustadz Riza.

Selain jaringan Ponpes Gontor, Jamaah An Nadzir di Kabupaten Gowa, juga sudah melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Baitul Muqaddis Pondok An-Nadzir, Kampung Mawang, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Minggu.

Pimpinan Jamaah An Nadzir Gowa, Ustadz Samiruddin Pademmui usai salah mengatakan, Jamaah An Nadzir memiliki metode dalam penentuan 1 Ramadan, 1 Syawal dan 10 Dzulhijjah.

Dia mengatakan, khusus penetapan 10 Dzulhijjah 1445 H/2024 M, Jamaah An Nadzir Gowa  dengan memantau bulan dan tanda-tanda alam.

"Jamaah An-Nadzir memiliki metodologi yang diajarkan oleh guru dan imam dalam hal melihat bulan," katanya.

Tidak itu saja, mereka juga mengaku memadukan penentuan ini dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi aplikasi yang menurutnya akurat. Walau begitu dia meminta jamaahnya saling menghormati perbedaan ini. 

"Mari menghargai perbedaan, yang jelas tujuan kita satu dengan memaknai Hari Raya Kurban ini dengan menumbuhkan sikap solidaritas sosial dan membuang sifat-sifat kebinatangan kita," ujar dia.

Selain Ponpes Gontor dan Jamaah An-Nadzir, di sejumlah tempat di Indonesia juga ada yang sudah Lebaran Haji pada Minggu, 16 Juni.

Penetapan ini lebih cepat sehari dibandingkan dengan keputusan pemerintah Indonesia melalui Kemenag RI yang menetapkan 1 Zulhijah 1445 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 8 Juni 2024, sehingga 10 Dzulhijah atau Hari Raya Idul Adha 1445 H jatuh pada Senin, 17 Juni 2024.

Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki usai memimpin Sidang Isbat (Penetapan) Awal Zulhijah, di Jakarta, Jumat (7/6/2024) mekankan, jika di kemudian hari ada perbedaan dalam melaksanakan ibadah yang berkaitan dengan Idul Adha, dia berharap tetap mengedepankan harmoni dan toleransi.

"Kami berharap semuanya bisa mengedepankan harmoni dan toleransi serta tidak menonjolkan perbedaan yang ada," tandasnya.

Keputusan Kemenag RI ini sama dengan keputusan Muhammadiyah yang akan menggelar Idul Adha pada 17 Juni 2024. ****

Editor : Y. Raharyo
#Ponpes Gontor #jamaah an-nadzir #idul adha