Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Patung Garuda IKN Dikritik, Nyoman Nuarta Kenang Tantangan Pembangunan Patung GWK di Bali

I Made Mertawan • Minggu, 11 Agustus 2024 | 15:09 WIB
Pemandangan Istana Negara dan Istana Garuda dilihat dari Sumbu Kebangsaan di wilayah IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (9/8/2024).
Pemandangan Istana Negara dan Istana Garuda dilihat dari Sumbu Kebangsaan di wilayah IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (9/8/2024).

BALIEXPRESS.ID- Patung Garuda Ibu Kota Negara (IKN) hasil karya Nyoman Nuarta menuai kritikan.

Patung Garuda dinilai gelap dan beraura mistis. Padahal menurut Nyoman Nuarta, warna kuningan di bagian muka Istana Garuda akan mengalami perubahan alami seiring waktu.

Menurut Nyoman Nuarta, proses patina akan mengubah warna kuningan menjadi hijau kebiruan.

Nyoman Nuarta pun menjelaskan bahwa kritik kali ini bukanlah hal baru baginya.

Sejak masa kuliah hingga proses pembangunan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, Nuarta sudah terbiasa menghadapi berbagai kecaman.

"Dulu yang di GWK itu, 28 tahun saya dikritik habis oleh orang Bali sendiri, dituduh macam-macam, saya itu sampai didemo, diancam segala macam, dianggap saya perusak budaya Bali," ucap Nuarta Sabtu (10/8/2024).

Meskipun demikian, ia terus melanjutkan pembangunan patung tersebut secara mandiri, yang kini menjadi lokasi berbagai ajang bertaraf internasional.

Nuarta mengingat kembali masa-masa pembangunan Patung GWK ketika tidak ada dukungan dari pemerintah maupun perbankan.

“Saya jalan sendiri, pemerintah enggak mau bantu saya, enggak ada satu bank pun yang mau bantu saya. Salah satu bank pun enggak mau membantu saya, padahal aset saya waktu itu sudah Rp1,3 triliun, dulu aset tanah kita 80 hektare," beber Nuarta dikutip dari Antara.

Menghadapi kritik serupa terhadap desain Istana Garuda di IKN, Nuarta menegaskan bahwa istana tersebut harus memiliki keunikan tersendiri, tanpa menyerupai bangunan lain.

"Saya bilang sama Pak Jokowi (Presiden RI) kalau model kayak gitu (sama yang desain yang lain), saya nggak mau deh, istana kita harus beda dengan yang lainnya, tanpa mengabaikan fungsinya," ucapnya.

Konsep desain Istana Garuda dipastikan sepenuhnya berasal dari pemikirannya sendiri, tanpa menggunakan metode amati, tiru, dan modifikasi (ATM). (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #ikn #patung gwk #patung garuda #nyoman nuarta