BALIEXPRESS.ID-Di tengah-tengah aksi demonstrasi yang melibatkan para buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Kamis pagi, dua selebritas Indonesia, Pandji Pragiwaksono dan Andovi da Lopez, menerima pesan misterius yang menambah ketegangan pada hari tersebut.
Pesan pertama diterima oleh Pandji Pragiwaksono dari sosok yang menggunakan nama 'Peter'.
Baca Juga: Di Tengah Isu Selingkuh, Nikita Mirzani Tegas Bela Azizah Salsha Ketimbang Rachel Vennya
Melalui pesan WhatsApp, 'Peter' meminta Pandji untuk segera datang ke Bareskrim Polri.
"Pandji mohon datang ke kantor Bareskrim," bunyi pesan tersebut.
Selain pesan, 'Peter' juga sempat mencoba menghubungi Pandji lewat telepon, namun tidak mendapatkan jawaban.
Baca Juga: Peristiwa Berdarah di Bali: Duel Maut di Proyek Vila, Pisau Patah Tersangkut Ilmu Tenaga Dalam?
Pandji, yang dikenal dengan humor khasnya, membagikan tangkapan layar pesan tersebut melalui akun X-nya dan menanggapi dengan candaan.
"Tolong infoin Pak Peter, Pandji-nya lagi sibuk," tulis Pandji di akun X-nya pada Kamis pagi, yang menunjukkan sikap santai meskipun situasi tampaknya serius.
Tidak hanya Pandji, Andovi da Lopez juga menerima pesan serupa dari seseorang yang mengaku mewakili pihak kepolisian.
Pesan tersebut meminta Andovi untuk segera menuju ke kantor Bareskrim dengan alasan dugaan keterlibatan dalam penyebaran ajakan untuk aksi unjuk rasa dan kekerasan. Andovi, yang berada di lokasi aksi demonstrasi bersama sejumlah komika Indonesia, membagikan pesan tersebut kepada publik.
Baca Juga: Pemerintah Tegas Tolak Provokasi: Komitmen Selenggarakan Pilkada 2024 Sesuai Konstitusi
"Pagi-pagi gua dapat pesan. (Bunyinya) mohon segera datang ke kantor Bareskrim Jakarta Pusat, anda didakwa sebagai penyebar ajakan aksi unjuk rasa dan kekerasan," ungkap Andovi di depan Gedung DPR/MPR RI.
Situasi semakin kompleks ketika kakak Andovi, Jovial da Lopez, juga menerima pesan dengan isi yang mirip.
Sepertinya terjadi kekeliruan dalam pengiriman pesan, di mana pesan yang seharusnya ditujukan untuk Andovi malah diterima oleh Jovial.
Kedua pesan misterius ini muncul bersamaan dengan aksi unjuk rasa yang menuntut penolakan terhadap pengesahan RUU Pilkada.
Meskipun pesan-pesan tersebut menimbulkan ketegangan, baik Pandji maupun Andovi menunjukkan sikap tenang dan mencoba menghadapi situasi dengan humor dan keterbukaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai latar belakang pesan-pesan tersebut atau potensi keterkaitan dengan aksi yang sedang berlangsung.
Editor : Wiwin Meliana