Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Empat Orang Tewas Tertabrak Kereta Api Gara-Gara Selfi, Video Detik-Detik Kejadian Beredar di Media Sosial

Wiwin Meliana • Selasa, 24 September 2024 | 15:14 WIB

Korban sebelum tewas tertabrak kereta api
Korban sebelum tewas tertabrak kereta api

BALIEXPRESS.ID-Sebuah insiden tragis terjadi pada Minggu pagi, 22 September 2023, ketika empat orang tewas setelah tertabrak kereta api Fajar Utama Solo jurusan Pasarsenen Jakarta-Solo.

Kejadian berlangsung di kilometer 88+700 jalur hulu petak jalan Cikampek-Tanjungrasa, tepatnya di Kampung Daringo, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang.

Kejadian ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial, menarik perhatian masyarakat luas.

Baca Juga: Detik-Detik Mencekam di Lapangan: Aksi Heroik Pemain Bali United Selamatkan Yance Sayuri, Pemain Malut United

Dalam video berdurasi 59 detik yang diunggah oleh akun X @ScariestProject, terlihat dua anak, seorang ibu, dan seorang kakek yang sedang bermain di rel kereta api ganda.

 Sang ibu terlihat meminta anak berkaos merah untuk merekam dirinya melambaikan tangan kepada kereta api Kertajaya yang melintas dari arah Tanjungrasa.

“Nak, videoin ya, Nak. Mama mau ini kereta,” ucap ibu tersebut, sembari memberikan ponselnya kepada anaknya.

Meskipun anak tersebut berusaha memperingatkan ibunya, "Eh, entong (jangan)," sang ibu tetap melanjutkan aksinya bersama anak berkaos hijau. Mereka tampak gembira, tidak menyadari bahaya yang mengintai.

Tepat ketika kereta api Fajar Utama Solo melintas dari arah Jakarta, teriakan anak berkaos merah menggema, “Mama!” Namun, semuanya sudah terlambat.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut yang Mengakibatkan Enam Tewas: Libatkan Mobil Travel dan Towing Bermuatan Excavator

 Kereta api menabrak ibu tersebut, ponselnya terlempar ke tanah, masih merekam momen tragis itu saat anak berkaos merah berlari mendekati ibunya dalam keadaan panik.

Video kedua yang berdurasi 4 detik memperlihatkan situasi mengerikan, di mana anak berkaos hijau tampak tersangkut di bagian depan lokomotif kereta.

 Kejadian ini menunjukkan bahwa ibu dan anak tersebut tidak menyadari adanya dua kereta yang melaju berpapasan di jalur rel ganda, yang berujung pada tragedi mengerikan ini.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Rokhmad Makin Zainul, menyesalkan insiden tersebut dan mengingatkan masyarakat akan bahaya beraktivitas di sekitar jalur kereta api.

Ia menegaskan, kereta api Fajar Utama Solo telah membunyikan suara peringatan berulang kali sebelum kejadian.

Baca Juga: Platform Digital Jadi Penangkal Hoaks di Pilkada 2024, Kolaborasi Demi Demokrasi Berkualitas

"Pada kejadian tersebut, kereta api Fajar Utama Solo dari arah Jakarta sudah membunyikan suling lokomotif berulang kali. Waktu yang berdekatan dengan jalur hilir, melintas kereta api Kertajaya dari arah Tanjungrasa. Namun, warga tidak berpindah sehingga tabrakan tidak terhindarkan," jelas Rokhmad.

Insiden ini menjadi pengingat tragis akan pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api. PT KAI menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di dekat rel kereta, demi mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kejadian ini meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat yang menyaksikan video dan mendengar berita ini.

Mari bersama-sama kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di lingkungan sekitar, terutama di tempat-tempat yang berpotensi berbahaya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#tewas #kereta api #tertabrak