BALIEXPRESS.ID - Dalam keputusan mengejutkan, Dyah Roro Esti, yang sebelumnya gagal mencalonkan diri sebagai anggota DPRI RI dari Dapil Gresik-Lamongan, justru mendapat amanah besar dari Presiden Prabowo Subianto.
Dyah kini resmi menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan setelah diumumkan dalam pelantikan Kabinet Merah Putih di Istana Negara pada Minggu (20/10/2024).
Apa yang membuat Dyah menarik perhatian hingga mendapatkan kepercayaan besar ini?
Dyah, lahir di Jakarta pada 25 Mei 1993, berasal dari keluarga politisi berpengaruh.
Ayahnya, Satya Widya Yudha, merupakan politikus Partai Golkar yang telah dua kali menjabat sebagai anggota DPR RI.
Lahir dalam lingkungan politik, Dyah tumbuh dengan nilai-nilai kuat dan kepekaan tinggi terhadap isu-isu lingkungan, yang menjadi fokus utama dalam kariernya.
Pendidikan Elite dan Karier Cemerlang
Dyah tidak hanya mengandalkan pengaruh keluarga, tetapi juga mengasah dirinya melalui pendidikan bergengsi.
Setelah menempuh pendidikan dasar di Marshall Road dan Dwight School London, ia melanjutkan ke Jakarta International School dan Beijing International School.
Gelar sarjana diraihnya dari Universitas Manchester di bidang Ekonomi dan Sosiologi, sebelum melanjutkan studi ke Universitas Harvard dan Imperial College London, salah satu universitas terbaik dunia, dengan meraih gelar M.Sc. di bidang Teknologi Lingkungan.
Advokasi Lingkungan dan Pengaruh di Bidang Energi
Dyah juga aktif dalam advokasi lingkungan sejak 2017 dengan menjadi Co-Founder Indonesian Energy and Environmental Institute (IE2I).
Karier politiknya makin menonjol saat terpilih menjadi anggota DPR RI 2019-2024 di Komisi VII, yang membidangi industri, energi, riset, dan inovasi.
Selain itu, ia berperan besar dalam pengembangan energi terbarukan sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) sejak 2022.
Kekayaan Menarik Perhatian
Dalam laporan harta kekayaannya yang dilaporkan melalui LHKPN pada 30 April 2020, Dyah tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 2,6 miliar.
Dari total kekayaannya, mobil Mini Cooper LCI F56 seharga Rp 705 juta menjadi salah satu aset terbesarnya, sementara kas dan setara kas mencapai Rp 1,95 miliar.
Menariknya, Dyah tidak tercatat memiliki tanah atau bangunan, dan juga tidak memiliki utang, menimbulkan spekulasi tentang gaya hidup sederhana meski berada di puncak politik.
Dari Gagal ke DPR RI, Kini Puncaki Posisi di Kabinet
Kegagalannya dalam Pemilu 2024 untuk DPR RI Dapil Gresik-Lamongan ternyata menjadi batu loncatan besar bagi Dyah.
Presiden Prabowo Subianto memercayainya untuk mengemban tugas sebagai Wakil Menteri Perdagangan, posisi yang krusial dalam pemerintahan baru.
Publik penasaran, bagaimana Dyah akan membuktikan kemampuannya dalam jabatan barunya? ***
Editor : I Putu Suyatra