BALIEXPRESS.ID-Pemerintah Indonesia menanggapi kekhawatiran mengenai kelebihan wisatawan yang terpusat di Bali Selatan dengan meluncurkan paket wisata baru yang dinamakan 3B (Banyuwangi-Bali Barat-Bali Utara).
Langkah ini diambil untuk meratakan distribusi wisatawan di Pulau Bali, dengan tujuan memperkenalkan berbagai destinasi yang belum banyak terjamah oleh turis, terutama di wilayah Bali Barat dan Bali Utara.
Baca Juga: Betrand Peto Tak Terima Sarwendah Dijodohkan dengan Boy William
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menjelaskan bahwa Bali sebenarnya tidak mengalami kelebihan jumlah wisatawan, melainkan ada masalah dalam distribusi turis yang lebih terkonsentrasi di Bali Selatan.
"Sebenarnya Bali itu tidak kelebihan turis, Bali itu memang ada masalah di distribusi wisatawan yang saat ini berpusat di Bali Selatan," ujar Ni Luh di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11).
Paket wisata 3B yang melibatkan Banyuwangi di Jawa Timur, Bali Barat, dan Bali Utara ini bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata di luar Bali Selatan yang selama ini lebih dikenal oleh wisatawan.
"Dengan paket ini, kami akan mendistribusikan turis melalui Jawa, Banyuwangi, langsung menuju Bali Barat dan Bali Utara," tambahnya.
Pemerintah optimis bahwa langkah ini akan membantu mengurangi tekanan pariwisata di wilayah selatan Bali, yang seringkali dipenuhi turis.
Ni Luh juga menegaskan bahwa meskipun Bali masuk dalam daftar Fodor's No List 2025, pulau ini masih sangat layak untuk dikunjungi. Fodor’s No List adalah daftar tempat yang dinilai tidak layak dikunjungi karena sudah kelebihan beban pariwisata.
"Bali masih sangat layak dikunjungi, Bali masih luar biasa. Saya rasa itu tidak akan berpengaruh," ujar Ni Luh.
Ia juga menambahkan bahwa Bali terus menerima pengakuan di dunia pariwisata, termasuk penghargaan Desa Wisata Terbaik dari UN Tourism pada 2024 untuk Desa Wisata Jatiluwih.
Namun, Fodor’s Travel dalam publikasi terbarunya menyoroti dampak negatif pariwisata terhadap Bali.
Pulau ini, yang dikenal dengan pantai-pantainya yang indah, dinilai telah mengalami kerusakan lingkungan akibat pembangunan yang tidak terkendali dan meningkatnya volume wisatawan.
Baca Juga: Polda Bali Amankan Lansia Tersangka Tambang Ilegal di Klungkung, Rugikan Negara Rp 2,4 Miliar
Pantai-pantai populer seperti Kuta dan Seminyak kini dipenuhi sampah, yang mengancam kelestarian alam dan budaya Bali.
Meski begitu, Ni Luh Puspa tetap percaya bahwa Bali tetap memiliki daya tarik yang luar biasa, dan masalah tersebut dapat diatasi dengan langkah-langkah seperti paket wisata 3B yang mendorong wisatawan untuk mengeksplorasi berbagai wilayah lain di Bali.
Dengan adanya upaya ini, diharapkan industri pariwisata di Bali dapat tumbuh secara lebih berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara perkembangan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Editor : Wiwin Meliana