BALIEXPRESS.ID – Nama pendakwah Gus Miftah kembali menjadi sorotan publik setelah videonya menghina seorang pedagang es bernama Pak Suharji viral di media sosial.
Insiden ini terjadi saat Gus Miftah menyampaikan ceramah di sebuah kajian yang dihadiri ratusan jamaah.
Pak Suharji, seorang pedagang es teh yang hadir di acara tersebut, mengalami momen memalukan ketika Gus Miftah melontarkan kata “goblok” kepadanya di hadapan banyak orang.
Kejadian itu sontak memicu beragam reaksi publik dan menuai kecaman keras dari netizen.
Kronologi Kejadian yang Mengundang Simpati
Pak Suharji, yang datang dengan harapan dapat menjual dagangannya, justru menjadi pusat perhatian ketika jamaah meminta Gus Miftah memborong es tehnya.
Namun, bukannya merespons permintaan tersebut dengan baik, pendakwah yang juga baru diangkat menjadi pejabat negara itu justru mengumpatnya dengan kata-kata yang dianggap menghina.
Raut wajah Pak Suharji tampak menahan malu saat dirinya menjadi bahan ejekan di depan ratusan jamaah.
Dalam sebuah video klarifikasinya yang kemudian viral, Pak Suharji mengaku merasa sangat sedih atas kejadian tersebut.
“Saya syok dan sedih mendengar kata-kata itu. Padahal saya hanya ingin mencari rezeki,” ungkapnya.
Meski begitu, Pak Suharji memilih untuk memaafkan dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi.
Keikhlasannya ini justru mendulang simpati luas dari masyarakat.
Banyak yang memberikan dukungan, termasuk memesan seribu gelas es teh miliknya untuk dibagikan pada acara Jumat Berkah.
Selain itu, sejumlah donatur berdatangan untuk membantu meringankan beban hidupnya.
Klarifikasi dari Pihak Gus Miftah
Di tengah kecaman publik, pengacara Gus Miftah memberikan klarifikasi bahwa ungkapan tersebut merupakan bagian dari gaya ceramah Gus Miftah yang humoris.
Namun, hingga saat ini, Gus Miftah sendiri belum memberikan pernyataan resmi atau permintaan maaf terkait insiden tersebut, yang semakin memicu kemarahan netizen.
Respon Publik dan Pelajaran untuk Semua
Insiden ini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Banyak pihak menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai seorang pendakwah, terlebih di hadapan jamaah yang seharusnya mendapatkan contoh teladan.
Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya menjaga tutur kata, terutama bagi tokoh publik yang memiliki pengaruh besar.
Semoga insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih menghormati dan menghargai sesama, apapun latar belakangnya.***
Editor : I Putu Suyatra