BALIEXPRESS.ID-Usai menghina seorang penjual es teh dalam acara Magelang Bersholawat, Gus Miftah kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, jejak digitalnya muncul ketika ia mengolok-olok pesinden senior Yati Pesek dalam sebuah acara yang diselenggarakan di hadapan banyak orang.
Baca Juga: Pemkot Denpasar Raih Penghargaan IGA Tahun 2024 dari Kemendagri RI
Aksi tersebut menjadi viral setelah beredar luas di media sosial, khususnya di Twitter.
Dalam video yang dibagikan oleh akun @Anak_Ogi, terlihat Gus Miftah mengundang Yati Pesek untuk naik ke atas panggung.
Saat itu, Gus Miftah dengan santai melontarkan candaan yang dianggap merendahkan wanita. "Niki wau lagune Bajing Loncat, baji**** kulo ajak munggah," kata Gus Miftah, yang kemudian menanggapi pernyataan tersebut dengan ekspresi kaget dari Yati Pesek.
Namun, ucapan yang lebih kontroversial datang setelahnya. Gus Miftah mengeluarkan komentar yang dinilai melecehkan fisik Yati Pesek, "Kulo bersyukur Bude Yati elek, mulo jadi sinden nek ayu dadi lon** iki," ungkapnya.
Baca Juga: 800 Tenaga Non-ASN dan THK II Pemkab Jembrana Ikuti Seleksi Kompetensi PPPK Tahap I
Komentar tersebut membuat Yati Pesek terlihat emosi dan menyindir kembali Gus Miftah dengan mengatakan, "Ngatain aku bajingan, ini kamu meski lebih muda mau aku jadikan guru lho".
Tak berhenti di situ, Gus Miftah kembali melontarkan kalimat yang dinilai sangat menghina.
"Saiki ajeng kulo tenani modar diset kulo, iso keracunan wis expired su**ne," ujarnya dengan nada yang tak pantas.
Pernyataan tersebut semakin memperburuk citra Gus Miftah di mata publik, yang mulai melontarkan kecaman terhadap perilakunya.
Baca Juga: Pilbup Jembrana Berjalan Lancar, KPU Jembrana Tetapkan Hasil Perolehan Suara Pilkada
Video lawas tersebut kini banyak beredar dan mendapatkan berbagai reaksi dari masyarakat, yang mengkritik keras sikap Gus Miftah yang dinilai tidak pantas sebagai seorang pendakwah.
Di tengah kontroversi ini, banyak yang menilai bahwa komentar-komentar yang dilontarkan oleh Gus Miftah sangat tidak menghargai dan merendahkan perempuan, serta mengganggu suasana acara yang seharusnya penuh dengan kesopanan.
Editor : Wiwin Meliana