BALIEXPRESS.ID-Tujuh orang pendaki Gunung Slamet, Jawa Tengah, mendapatkan sanksi berat setelah meninggalkan seorang teman yang dalam kondisi kritis akibat hipotermia di tengah pendakian.
Kejadian ini terungkap melalui video yang dibagikan oleh akun Instagram @mountnesia, yang memperlihatkan tindakan ceroboh dari rombongan pendaki tersebut.
Baca Juga: BIKIN GELENG-GELENG! Aksi Sekelompok Orang Nyalakan Kembang Api di Tengah Jalan Sunset Road Bali
Dalam video yang viral di media sosial, terlihat petugas keamanan Gunung Slamet memberikan teguran keras kepada sekelompok pendaki yang dianggap melanggar etika dan tanggung jawab dalam kegiatan pendakian.
Kejadian ini terjadi saat rombongan pendaki tengah menuju puncak Gunung Slamet, gunung tertinggi kedua di Jawa.
Namun, di tengah perjalanan, salah satu anggota rombongan mengalami hipotermia yang serius.
Meskipun kondisi korban memburuk, rombongan pendaki tersebut memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju puncak gunung.
Baca Juga: Viral! Aksi Baku Hantam Antar Pendatang di Jalan Pantai Kuta Bali, Begini Kata Polsek Kuta
Mereka meninggalkan teman yang terbaring lemah dan menggigil di pos empat pendakian dengan cara menitipkan korban kepada rombongan pendaki lain yang kebetulan melintas.
Hal ini sangat berisiko dan tidak hanya membahayakan korban yang ditinggalkan, tetapi juga bertentangan dengan prinsip saling tolong-menolong dalam kegiatan pendakian.
"Rombongan total 8 orang ini, 1 temannya mengalami hipotermia di pos 4, entah apa yang ada di pikiran mereka, rela meninggalkan 1 temannya di Pos 4 sedangkan yang 7 orang memutuskan untuk tetap lanjut mendaki ke puncak dengan menitipkan ke pendaki lain," tulis akun @mountnesia dalam keterangan unggahannya.
Aksi nekat rombongan pendaki ini akhirnya berujung pada sanksi tegas. Korban yang ditinggalkan di pos empat akhirnya mendapat pertolongan dari petugas Gunung Slamet yang datang untuk menangani kondisinya.
Setelah kejadian tersebut, pihak pengelola Gunung Slamet memutuskan untuk memberikan sanksi kepada delapan pendaki yang terlibat.
Mereka di-blacklist dan dilarang mendaki Gunung Slamet untuk waktu yang tidak ditentukan.
Tindakan ini diambil untuk memberikan efek jera dan menegakkan pentingnya keselamatan serta etika dalam kegiatan pendakian.
Pihak berwenang di Gunung Slamet menegaskan bahwa pendakian harus selalu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan bersama, serta saling membantu sesama pendaki, terutama dalam kondisi darurat.
Editor : Wiwin Meliana