BALIEXPRESS.ID-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menanggapi beredarnya isu terkait dugaan penjualan bantuan logistik di posko pengungsian korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Isu ini viral di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @viralkupang.ntt yang menyebutkan bahwa warga mengaku ditawari 50 kilogram beras dan telur oleh oknum aparat penjaga posko, yang diduga merupakan barang bantuan dari Posko Desa Ile Gerong, Kecamatan Titehena.
Baca Juga: Sopir Bus Maut Rombongan Siswa dari Bali Ditetapkan Sebagai Tersangka, Terancam 12 Tahun Penjara
Menanggapi hal ini, Deputi Logistik dan Peralatan BNPB, Lilik Kurniawan, mengonfirmasi bahwa informasi tersebut tidak benar.
Berdasarkan klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur, tidak ada bukti atau kejadian yang mengarah pada penjualan bantuan tersebut.
"Sudah ada klarifikasi dari Penjabat Bupati Flores Timur yang menyatakan bahwa isu tersebut tidak benar," ungkap Lilik dalam keterangannya, Jumat (10/1).
Baca Juga: Kecelakaan di Batu, Keempat Bus Pariwisata Rombongan Siswa dari Bali Tak Laik Jalan
BNPB juga memastikan bahwa penanganan korban bencana di Flores Timur berjalan dengan baik, berkat kerja sama yang solid antara berbagai pihak, termasuk pengelolaan bantuan logistik yang diawasi oleh pemerintah daerah setempat.
Bantuan untuk pengungsi korban erupsi, khususnya barang kebutuhan pokok, terus didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, juga mengungkapkan bahwa fase tanggap darurat hingga pemulihan dampak erupsi di Flores Timur berjalan dengan lancar.
BNPB bersama dengan berbagai pihak terus mempercepat pembangunan rumah hunian sementara dan hunian tetap untuk pengungsi.
"Sebanyak 27 kopel rumah hunian sementara telah selesai dibangun, bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat, dan siap ditempati oleh 135 kepala keluarga korban erupsi," kata Abdul Muhari.
Baca Juga: 10 Desa di Bali Sandang Predikat Percontohan Desa Antikorupsi
Sementara itu, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki saat ini berada pada level III (Siaga), yang ditetapkan sejak 24 Desember 2024, setelah sebelumnya berstatus level IV (Awas) pasca-letusan besar pada 4 November 2024.
Letusan tersebut menyebabkan sembilan orang meninggal dunia, satu luka berat, dan sekitar 13 ribu warga harus mengungsi.
Pemerintah dan BNPB terus bekerja keras untuk memastikan pemulihan yang optimal bagi korban bencana, serta menjaga transparansi dalam penyaluran bantuan dan pengelolaan pengungsian.
Editor : Wiwin Meliana