BALIEXPRESS.ID-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro, kini menjadi sorotan warganet setelah aksi demonstrasi besar-besaran oleh ratusan pegawai kementeriannya yang terjadi di depan kantor Kemendikti Saintek di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, pada Senin (20/1).
Aksi unjuk rasa ini dilakukan oleh para pegawai yang merasa diperlakukan tidak adil dan mengancam adanya pemecatan oleh Menteri Satryo.
Baca Juga: Curhat Pegawai Kemendikti Saintek Soal Menteri Satryo; Dibentak Hingga Dipecat Via WA
Para peserta aksi mengenakan pakaian serba hitam dan membawa spanduk dengan tulisan protes yang menegaskan bahwa mereka bukanlah pegawai pribadi Satryo dan istrinya, Silvia Ratnawati Brodjonegoro.
Spanduk tersebut mencerminkan ketidakpuasan atas perlakuan yang dianggap tidak layak dan dugaan pemecatan yang dilakukan oleh Menteri Satryo terhadap beberapa pegawai Kemendikti Saintek.
Aksi ini menjadi viral di media sosial, salah satunya melalui unggahan Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri, di akun X @zanatul_91 yang turut menyebarluaskan video dan foto aksi protes tersebut.
Video yang diunggah telah mendapatkan perhatian publik dengan lebih dari 200 ribu tayangan.
Baca Juga: Diduga Arogan dan Kasar, Ratusan Pegawai Demo Menteri Dikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro
Profil Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro
Satryo Soemantri Brodjonegoro adalah seorang ilmuwan dan menteri di Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, yang menjabat sejak Oktober 2024.
Sebelum menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo dikenal sebagai Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia dan seorang tokoh penting di dunia pendidikan.
Lahir di Belanda, Satryo merupakan anak dari Soemantri Brodjonegoro, yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada 1973.
Satryo memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan, salah satunya dengan menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin di ITB pada 1992, serta Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi selama periode 1999-2007.
Baca Juga: WAJIB HATI-HATI! Jalan Provinsi di Umasalakan Amblas, Arus Lalu Lintas Dialihkan
Kariernya yang gemilang di dunia pendidikan dan teknologi membuatnya mendapatkan berbagai penghargaan, salah satunya adalah Bintang Jasa The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon, yang diberikan oleh Pemerintah Jepang atas kontribusinya dalam meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan antara Indonesia dan Jepang.
Namun, meski memiliki prestasi yang cemerlang, kedatangan Satryo sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Kabinet Merah Putih tidak lepas dari kontroversi.
Aksi demonstrasi oleh pegawai Kemendikti Saintek ini menambah sorotan terhadap kepemimpinan Satryo, khususnya terkait dengan pengelolaan kementerian dan dugaan perlakuan yang tidak sesuai terhadap pegawai.
Dengan meningkatnya perhatian publik terkait isu ini, banyak pihak yang menantikan tindak lanjut dari masalah internal di kementerian, serta respons dari Presiden Prabowo terkait protes yang disampaikan oleh para pegawai Kemendikti Saintek.
Editor : Wiwin Meliana