Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

WADUH! 858 Ekor Sapi Mati Akibat PMK, Peternak Masih Enggan Vaksinasi

Wiwin Meliana • Sabtu, 25 Januari 2025 | 17:28 WIB

Dokter Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan menyuntikan vaksin PMK di Kandang sapi warga di Kecamatan Bojongsari Kota Depok Jawa Barat, beberapa waktu lalu
Dokter Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan menyuntikan vaksin PMK di Kandang sapi warga di Kecamatan Bojongsari Kota Depok Jawa Barat, beberapa waktu lalu

BALIEXPRESS.ID – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi kembali mengalami lonjakan kasus. Dari Desember 2024 hingga 23 Januari 2025, tercatat sebanyak 28.725 ekor sapi terinfeksi PMK dengan 858 ekor di antaranya dilaporkan mati.

Baca Juga: Diduga Terpeleset di Tukad Korea, Bocah 6 Tahun Hanyut, Jenazah Ditemukan di Taman Pancing

Kasus ini tersebar di 18 provinsi di Indonesia, dan meskipun ada tren penurunan, Kementerian Pertanian (Kementan) tetap berencana melaksanakan vaksinasi massal pada Februari dan Maret mendatang.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, menyampaikan data perkembangan kasus tersebut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian PMK di Jakarta pada Jumat (24/1/2025).

Baca Juga: Buang Ikan Lele di Tukad Badung, Gede Satria Bocah 6 Tahun Hanyut dan Ditemukan Meninggal

Meskipun ada penurunan kasus setelah puncaknya pada pekan ketiga Desember 2024, Agung menegaskan bahwa upaya vaksinasi harus terus dilakukan untuk menekan penularan PMK.

Kementan telah menyiapkan dua juta dosis vaksin PMK yang didanai melalui APBN, serta dukungan dari APBD provinsi setempat. Vaksin juga turut disiapkan oleh peternak sapi skala industri.

Namun, meskipun vaksinasi gratis, sejumlah peternak masih enggan mengikuti program vaksinasi. Agung menyebutkan, kekhawatiran peternak terhadap dampak vaksin pada kesehatan sapi menjadi salah satu alasan utama, meskipun vaksin yang digunakan telah terbukti aman.

Baca Juga: Curi Motor di Siang Bolong, Polsek Ubud Amankan Pelaku, Begini Modusnya

"Takut terjadi apa-apa dengan sapinya. Jangankan pada hewan, waktu Covid-19 dulu, banyak orang takut divaksin," ujar Agung, merujuk pada ketidakpercayaan sebagian masyarakat terhadap vaksinasi, baik pada hewan maupun manusia.

Selain itu, Agung juga menyoroti fakta bahwa sebagian peternak yang awalnya bersedia divaksinasi, malah tidak melanjutkan vaksinasi setelah sapi mereka sembuh dari PMK.

 Padahal, vaksinasi PMK idealnya dilakukan dua kali dalam setahun.

Bagi sapi yang sudah terinfeksi, pemulihan harus dilakukan terlebih dahulu sebelum diberikan vaksin.

Walaupun harga vaksin PMK relatif murah, sekitar Rp 17 ribu per dosis, Agung menegaskan bahwa biaya vaksinasi tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkan akibat penyakit ini, mengingat harga rata-rata sapi mencapai Rp 20 juta.

Baca Juga: Nasib Oknum Polisi Mainkan Sirine Strobo, Kini Ditahan di Dalam Sel

Kementan berharap, dengan adanya vaksinasi massal yang dijadwalkan pada Februari dan Maret, angka penularan PMK dapat terus ditekan, mengingat vaksinasi adalah langkah efektif untuk mencegah penyebaran penyakit ini di kalangan ternak sapi.

Masyarakat dan peternak diimbau untuk lebih mempercayai vaksin sebagai upaya pencegahan yang aman dan dapat melindungi kesehatan ternak mereka.

 

Editor : Wiwin Meliana
#sapi mati #vaksin #lonjakan #peternak #pmk