Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

WASPADA! Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava, Status Siaga Level III

Putu Mita Damayanti • Senin, 10 Februari 2025 | 19:17 WIB

Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang

BALIEXPRESS.ID-Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meluncurkan empat kali guguran lava ke arah barat daya, tepatnya menuju Kali Bebeng dan Kali Krasak. 

 Baca Juga: Kejar Sopir Truk Karena Diduga Bawa Sabu, Oknum Polisi Beri Klarifikasi

Guguran tersebut tercatat memiliki jarak luncur maksimum hingga 2.000 meter.  

Berdasarkan laporan terbaru Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), aktivitas tersebut terpantau dalam periode pengamatan pada Minggu, 9 Februari 2025, mulai pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.

Saat ini, Gunung Merapi masih berstatus Siaga Level III, yang telah ditetapkan sejak 5 November 2020.  

 Baca Juga: Kisah Inspiratif Bripda Putu Adi Tom: Dari Korban Bully, Balap Liar, hingga Berprestasi di Ajang Balap Motor

Selain guguran lava, BPPTKG juga mencatat adanya 122 kali gempa guguran, satu kali gempa low frekuensi, 18 kali gempa hybrid atau fase banyak, serta empat kali gempa tektonik jauh.  

 

– Kondisi Cuaca di Sekitar Gunung Merapi

Cuaca di sekitar gunung berketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini terpantau mendung, hujan, dan berawan.

 Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat dengan suhu udara berkisar antara 18,7 hingga 26,1 derajat Celsius. 

 Baca Juga: Update Bencana di Bali; Diterjang Puting Beliung, Atap Parkiran Mobil Terbang di Kuta Selatan

Kelembaban udara mencapai 72,7 hingga 99 persen, dengan tekanan udara antara 871,2 hingga 916,3 mmHg. Volume curah hujan tercatat 6 mm per hari. Sementara itu, asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan.  

 

– Rekomendasi BPPTKG  

Menghadapi potensi bahaya yang masih berlangsung, BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi sebagai langkah mitigasi, yaitu:  

 

  1. Potensi guguran lava dan awan panas dapat terjadi di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong hingga 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya dapat mencapai Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik berpotensi mencapai radius 3 km dari puncak.  

 Baca Juga: Update Bencana di Bali; Diterjang Puting Beliung, Atap Parkiran Mobil Terbang di Kuta Selatan

  1. Pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, sehingga kemungkinan terjadi awan panas guguran di wilayah yang berisiko tetap ada.  

 

  1. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di zona bahaya yang telah ditetapkan.  

 

  1. Waspada terhadap potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di sekitar Gunung Merapi.  

 

  1. Antisipasi dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.  

 

  1. Jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan, maka status Gunung Merapi akan dievaluasi kembali.  

 Baca Juga: VIRAL! Pendaki Gunung Lawu Cuci Sepatu Di Petirtaaan Sapto Resi, Banjir Kecaman Warganet

Masyarakat yang berada di kawasan sekitar Gunung Merapi diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi dari BPPTKG dan pihak berwenang guna menghindari risiko yang lebih besar.

 

 

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#Gunung Merapi #lava #siaga