BALIEXPRESS.ID – Nama Menteri BUMN, Erick Thohir, kembali diseret dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan PT Pertamina yang merupakan bagian dari BUMN.
Baca Juga: Integrasi Moda Transportasi: Solusi Kemacetan di Bali
Geisz Chalifah, seorang loyalis Anies Baswedan, menuding Erick Thohir bertanggung jawab atas penunjukan para petinggi di perusahaan tersebut yang diduga terlibat dalam kasus korupsi.
Melalui akun X pribadinya, Geisz Chalifah mengungkapkan, “Para pencoleng di Patra Niaga, itu yang menunjuk dan menempatkan mereka adalah Erick Thohir.”
Selain itu, dia juga menyentil penempatan Dede Budhyarto sebagai Komisaris Independen di PT Pelni, yang sempat viral karena dugaan penipuan terkait riwayat pendidikan.
Baca Juga: Kenali Diri Sendiri, Salah Satu Kunci Hindari Gangguan Kesehatan Mental
“Erick Thohir juga yang menempatkan si penipu CV @kangdede78. Apa tanggung jawab Erick Thohir terhadap itu semua. Bahkan si bajingan @kangdede78 masih dalam posisinya,” tulis Geisz Chalifah, menyindir Erick Thohir atas penunjukan Dede Budhyarto yang masih menduduki posisinya meskipun sudah viral atas dugaan kebohongan dalam CV-nya.
Kasus dugaan korupsi ini berawal dari Kejaksaan Agung yang menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina.
Salah satu tersangka adalah Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan. Kejaksaan Agung menyatakan telah memiliki bukti yang cukup untuk menetapkan para tersangka dalam kasus ini.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Pengoplosan BBM di Pertamina, Presiden Prabowo Janji Bersihkan Pihak Terlibat
Kejaksaan Agung melalui Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung, Abdul Qohar, mengungkapkan bahwa selain Riva Siahaan, enam tersangka lainnya berasal dari berbagai perusahaan.
Mereka adalah SDS (Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional), YF (Direktur Utama PT Pertamina International Shipping), dan AP (VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional).
Selain itu, ada juga MKAR (Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa), DW (Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim), serta GRJ (Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak).
Baca Juga: Bos Ruko Ditemukan Tewas Mengenaskan, Jasadnya Dicor Kuli Bangunan, Polisi Ungkap Motif
Kejaksaan Agung menegaskan bahwa tindakan para tersangka dalam mengatur pengelolaan minyak mentah dan produk kilang yang diduga merugikan negara ini, menjadi fokus utama penyelidikan.
Kasus ini semakin menarik perhatian publik, terutama karena melibatkan nama-nama pejabat penting di PT Pertamina dan perusahaan-perusahaan BUMN. Pengaruh Erick Thohir dalam penempatan petinggi di perusahaan-perusahaan BUMN pun menjadi sorotan, menyusul kecaman dari pihak-pihak yang menilai adanya ketidakberesan dalam pengelolaan sumber daya alam negara.
Editor : Wiwin Meliana