BALIEXPRESS.ID - Sebuah promo unik dari toko roti dan gelato di Jogja mendadak jadi perbincangan panas di media sosial. Bukan cuma karena tawaran es krim gratis, tapi karena syarat promonya yang justru bikin netizen teringat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka!
Promo ini menawarkan es krim gratis untuk mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) antara 2.3 hingga 3.2.
Tawaran ini khusus ditujukan untuk mahasiswa jurusan Teknik dan Kesehatan, berlaku sepanjang Maret 2025.
"IPK Pas-pasan? Es Krim Gratis!"
Dalam unggahan akun Instagram @sale.yk, promo ini terang-terangan mengapresiasi mahasiswa dengan IPK yang tidak terlalu tinggi.
"Khusus anak Teknik dan Kesehatan wajib merapat! IPK pas-pasan? Justru di sini kamu diapresiasi! IPK 2.3 – 3.2 langsung DAPAT ES KRIM GRATIS! Berlaku 1-31 Maret 2025," tulis akun tersebut.
Sontak, promo ini langsung viral usai diunggah ulang oleh akun X @JukiHoki yang menulis, "Kesempatan buat yang IPK rada jeblok." Komentar ini pun memicu gelombang reaksi lucu dan penuh sindiran.
Netizen Ramai Tag Gibran: "Wapres Ikut Dapet Es Krim?"
Alih-alih fokus ke promo, netizen justru mengaitkannya dengan nilai akademik Gibran.
Pasalnya, ijazah Gibran dari University of Bradford yang beredar sebelumnya menunjukkan predikat Second Class Honours Second Division, yang diklaim setara dengan IPK sekitar 2.3 di Indonesia.
Bahkan, akun X @BangBudiKur yang mengajar Ilmu Politik di AS pernah mengulas hal ini.
"Gibran itu lulus S1 dapat nilai lower second class honours (setara 48). Itu setara IPK 2.3 kalau sistem Indonesia," tulisnya.
Meme dan Candaan Membanjiri Kolom Komentar
Promo es krim gratis ini jadi bahan bercandaan baru di jagat maya. Banyak yang berseloroh bahwa Gibran juga layak dapat es krim gratis karena masuk dalam rentang IPK yang ditentukan.
"Horeee Gibran dapet eskrim," komentar @varias*****.
"Mayan nih, eskrim gratis lur @gibran_tweet," tambah @we*****.
"Tag wapresmu ni mumpung qualified," seloroh @admeli*****.
Fenomena Viral yang Menggugah Tawa Publik
Viralnya promo ini bukan hanya soal es krim gratis, tapi jadi refleksi bagaimana masyarakat Indonesia memanfaatkan humor untuk merespon isu-isu politik.
Meski sarat satire, fenomena ini membuktikan betapa netizen punya daya kreativitas tinggi dalam mengaitkan sesuatu yang sederhana dengan topik besar.
Lalu, apakah Gibran benar-benar akan mengklaim es krim gratis ini? Atau justru bakal jadi tren baru bagi toko-toko lain untuk menarik perhatian?
Yang jelas, promo ini sukses jadi sorotan dan bikin warganet tertawa lepas di tengah hiruk-pikuk berita politik tanah air. ***
Editor : I Putu Suyatra