BALIEXPRESS.ID-Ahli Forensik dr Djaja Surya Atmadja mengungkap bahwa orang nekat melakukan aksi bunuh diri (bundir) dipengaruhi oleh ada atau tidaknya ketahanan mental.
Jika seseorang memiliki ketahanan mental yang kuat, maka meskipun ia mengalami stress, ia tidak akan mengambil jalan pintas tersebut.
Baca Juga: Kasus Bunuh Diri Meningkat, Ahli Forensik: Stres dan Penyakit Jadi Faktor Utama
Lebih lanjut, dr Djaja menyebut bahwa saat ini ketangguhan dan mental yang kuat tidak dimiliki oleh masyarakat sekarang.
Kondisi inilah yang disebut dengan generasi strawberry.
Generasi strawberry adalah istilah yang menggambarkan generasi muda saat ini.
Mereka umumnya penuh ide dan kreativitas, tetapi mudah goyah di bawah tekanan, layaknya buah stroberi yang tampak indah namun mudah hancur jika diinjak.
Baca Juga: Pria Asal Klaten Babak Belur Dihajar Massa karena Diduga Curi Helm Pendaki, Polisi Turun Tangan
Menurut ycabfoundation.org, istilah ini pertama kali muncul di Taiwan pada tahun 80-an.
Generasi strawberry dianggap seperti stroberi yang terlihat bagus dari luar, tetapi mudah memar. Artinya, mereka sering menyerah saat menghadapi tekanan sosial.
“Mereka gampang putus asa, sebentar-bentar healing, dulu kita mana ada yang namanya healing, kita setengah mati kerja, kuliah ga ada stress-stresnya,” ungkap dr Djaja dalam podcast X Undercover dikutip pada Kamis (10/04/2025).
Untuk membentuk ketangguhan dan mental kuat, lebih lanjut dr Djaja menyebut diperlukan peran orang tua.
Baca Juga: Tusuk Gigi Jadi Alat Kejahatan, Komplotan Pembobol ATM Gasak Rp18 Juta
Orang tua berperan membentuk karakter anak yang Tangguh dan tak mudah putus asa sejak kecil.
“Anak jatuh biarkan jangan cengeng, jangan overprotektif, itu tidak membuat anak menjadi Tangguh,” ujarnya.
Editor : Wiwin Meliana