BALIEXPRESS.ID-Dr Djaja Surya Atmadja mengungkap bahwa Bali menjadi provinsi di Indonesia yang memiliki tingkah kasus bunuh diri paling tinggi.
Baca Juga: Riana Putra Mencuat Jadi Kandidat Kuat Sekda Bangli, Ini Faktor Pendukungnya dan Tanggapan Bupati
Lebih lanjut, ahli forensik ini menyebut bahwa kasus bunuh diri di Bali bisa disebabkan karena tingkat beban yang lebih tinggi dari daerah lain.
Pasalnya, masyaraat Bali memiliki tanggung jawab tinggi terhadap kehidupan bermasyarakat (menyama braya).
Baca Juga: Kesal dengan Polisi, Komplotan Curanmor Nekat Curi Motor Bhabinkamtibmas saat Subuh
“Saya pernah tinggal di Bali dengan teman saya di banjar, ternyata upacaranya banyak sekali, kalau missal ada orang yang meninggal, saya harus pergi (melayat) kalau tidak nanti saya mati gak ada yang datang,” ungkap dr Djaja dikutip dari podcast X Undercover.
Lebih lanjut, pihaknya menyebut bahwa lingkungan juga bisa membuat menjadi stress.
“Kadang buat orang-orang wah enak bener lu libur, tapi bagi orang Bali itu adalah kewajiban. Namun ap aitu jadi penyebabnya saya juga tidak tahu,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Tandatangani Prasasti di Pura Dalem Bagendra Sari Desa Adat Gerih, Abiansemal
Lebih lanjut, pihaknya menyebut bahwa Bali menjadi wilayah dengan kasus bunuh diri tinggi karena tingkat stresnya juga tinggi.
Dr Djaja membandingkan Bali dengan kota besar seperti Jakarta.
Meski di Jakarta merupakan kota besar dengan berbagai jenis permasalahan, namun data statistic menyebut angka bunuh diri di kota tersebut lebih rendah dari Bali.
Baca Juga: Generasi Strawberry Rentan Bunuh Diri, dr Djaja Surya Atmadja Beber Alasannya
“Bunuh diri itu perlu keberanian, tidak semua orang berani bunuh diri,” pungkasnya.
Editor : Wiwin Meliana