BALIEXPRESS.ID-Usai video diduga dorong dan cekik pramugari viral, anggota DPRD Sumatera Utara, Megawati Zebua pun beri klarifikasi.
Kepada awak media, Megawati Zebua membantah telah melakukan tindakan kekerasan terhadap pramugari.
Meski terdapat rekaman video, Megawati Zebua berdalih cekcok terjadi lantaran dirinya meminta pramugari bergeser agar penumpang lain bisa masuk.
Baca Juga: Kapolres Karangasem Sampaikan Pesan Tegas Usai Pemukulan Pacalang di Pura Agung Besakih
“Terkait video viral yang mengatakan saya mencekik, tidak ada sama sekali, saya tidak pernah ingin mencekik orang,” jelas Megawati Zebua.
Soal koper yang menjadi masalah, Megawati mneyebut bahwa koper tersebut adalah milik bapak-bapak tua yang merupakan penumpang lain.
Megawati menyebut pihaknya hanya membantu bapak-bapak tersebut agar koper bapak tersebut tidak ditaruh di bagasi belakang lantaran penumpang tersebut akan transit ke Padang.
“Saya Cuma membantu bapak itu agar kopernya tidak ditaruh di bagasi karena akan transit ke Padang kan lumayan nanti nunggu koper sekitar satu jam-an,” jelasnya.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Anggota DPRD Sumut Diturunkan Dari Pesawat Usai Diduga Dorong dan Cekik Pramugari
Pihaknya pun menyayangkan ada video yang menarasikan dirinya ingin mencekik pramugari.
“padahal niatnya saya ingin menolong,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang anggota DPRD Sumatera Utara, Megawati Zebua (MZ), terpaksa diturunkan dari pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW rute Gunung Sitoli–Kualanamu pada 13 April 2025, setelah terlibat dalam insiden kericuhan di dalam kabin.
Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah video yang merekam aksi MZ tersebar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, MZ terlihat terlibat adu mulut dengan pramugari hingga diduga melakukan tindak kekerasan berupa dorongan dan cekikan.
Baca Juga: Arya Wedakarna Sesalkan Pemukulan Pecalang di Pura Besakih, Minta Hal Ini kepada Pemedek
Menurut penjelasan Corporate Communication Strategic Wings Air, Danang Mandala, insiden bermula ketika MZ duduk di kursi 19F dan membawa koper ke dalam kabin, padahal koper tersebut telah diberi label sebagai bagasi tercatat.
“Sesuai prosedur keselamatan dan standar operasional, awak kabin meminta koper itu dimasukkan ke bagasi kargo. Namun pelanggan (MZ) menunjukkan sikap tidak kooperatif,” jelas Danang dalam keterangannya.
Disebutkan bahwa MZ berusaha melepas label bagasi, menolak arahan awak kabin, dan sempat melontarkan nada tinggi terhadap pramugari.
Editor : Wiwin Meliana