Pengacara Kondang Hotma Sitompul Meninggal Dunia: Pesan Terakhirnya Bikin Publik Tertunduk!
I Putu Suyatra• Kamis, 17 April 2025 | 01:56 WIB
Hotma Sitompul
BALIEXPRESS.ID – Dunia hukum Indonesia berduka mendalam. Sosok Hotma Sitompul, sang "pengacara kondang" yang dikenal dengan ketegasannya di ruang sidang, meninggal dunia secara tenang pada Rabu, 16 April 2025, pukul 11.15 WIB di ruang ICU RSCM Kencana, Jakarta.
Kepergiannya di usia 58 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang mengharuskannya menjalani cuci darah meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, kolega, dan para pencari keadilan.
Namun, di tengah kesedihan yang menyelimuti, sebuah pesan terakhir dari Hotma Sitompul justru membuat publik terdiam dan merenung.
Apakah gerangan wasiat terakhir dari seorang tokoh hukum yang dikenal "keras" namun memiliki hati yang mulia ini?
"Jadilah pembawa damai."
Kalimat singkat namun sarat makna itu terpampang di akun Instagram resmi LBH Mawar Saron, lembaga bantuan hukum yang didirikan dan dibina langsung oleh Hotma Sitompul.
Pesan ini seolah menjadi warisan moral yang tak ternilai harganya dari seorang pejuang keadilan yang telah mengabdikan dirinya untuk membela kaum lemah.
Lebih dari Sekadar Kata-Kata: Warisan Kemanusiaan di Balik Ketegasan Pengacara Kondang!
Kabar duka ini pertama kali menyebar melalui pesan singkat yang diterima kalangan jurnalis, mengabarkan kepergian "rekan pengacara DR Hotma Sitompul SH MH". Kebenaran berita pilu ini kemudian dikonfirmasi langsung oleh rekan seprofesinya, pengacara senior Nazarudin Lubis, yang menyebutkan bahwa Hotma telah lama berjuang melawan penyakit serius.
Jenazah Hotma Sitompul kini disemayamkan di rumah duka di kawasan Jalan Antasari, Jakarta Selatan, tempat keluarga dan rekan-rekan terdekat berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir.
Selama hidupnya, Hotma Sitompul dikenal sebagai advokat ulung yang disegani di ruang sidang.
Namun, di balik ketegasannya, tersimpan kepedulian mendalam terhadap keadilan bagi masyarakat kecil.
Melalui LBH Mawar Saron, yang kini dipimpin oleh putranya, Ditho H.F. Sitompul, ia tanpa lelah memperjuangkan hak-hak mereka yang termarjinalkan dan tak memiliki akses terhadap keadilan hukum.
Banyak yang mengenalnya sebagai sosok berprinsip kuat namun memiliki kehangatan saat berbicara tentang nilai-nilai kemanusiaan.
Dan mungkin inilah yang membuat pesan terakhirnya, "Jadilah pembawa damai," terasa begitu menusuk kalbu.
Lebih dari sekadar nasihat, kalimat itu adalah cerminan perjalanan hidup seorang Hotma Sitompul yang telah melalui asam garam dunia hukum, penuh dengan pertentangan namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian.
Kepergian Hotma Sitompul meninggalkan kekosongan besar di dunia hukum Indonesia.
Namun, warisan perjuangan dan pesan terakhirnya akan terus hidup dan menginspirasi generasi penerus untuk tidak hanya menegakkan keadilan, tetapi juga menjadi agen perdamaian di tengah hiruk pikuk kehidupan. Selamat jalan, sang pembawa damai. ***