BALIEXPRESS.ID-Sosok Aura Cinta, remaja yang sempat viral usai berdebat dengan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), kini kembali menjadi sorotan publik.
Jika sebelumnya ia menuai simpati karena dianggap mewakili suara rakyat kecil—menolak penggusuran rumahnya dan kebijakan larangan wisuda sekolah—kini latar belakang kehidupannya justru menuai tanda tanya besar.
Baca Juga: Ranperda Drainase Digodok, Pansus III DPRD Buleleng ‘Guyur’ OPD dengan Masukan
Pasalnya, publik menemukan sejumlah fakta yang menyebutkan bahwa Aura Cinta bukan berasal dari keluarga miskin, seperti yang sempat diasumsikan dari video viralnya.
Akun X (dulu Twitter) @ninik_setiawan mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan Aura sering tampil di berbagai FTV dan program televisi nasional.
Ia disebut pernah mengikuti casting di sejumlah agensi hiburan, dan aktif sebagai figuran sinetron, bintang iklan, serta beauty vlogger di media sosial.
Tak hanya itu, salah satu komentar yang ramai dibagikan menyebut bahwa Aura berasal dari keluarga yang cukup mapan.
Baca Juga: Pansus I dan II DPRD Buleleng Kebut Pembahasan Ranperda, Soroti Penyesuaian Regulasi Baru
“Sekolahnya di SMAN 1 Cikarang, itu sekolah favorit. Katanya orang tuanya punya mobil dan enam pintu kontrakan,” tulis salah satu netizen.
Fakta ini bertolak belakang dengan narasi dalam video viral yang menggambarkan dirinya sebagai korban penggusuran yang tidak punya tempat tinggal dan memperjuangkan hak masyarakat kecil.
Lebih lanjut, Aura diketahui pernah menjadi model iklan berbagai produk, termasuk makanan dan layanan pinjaman online (pinjol).
Ia juga muncul di acara TV seperti variety show dan tayangan infotainment, membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar “warga biasa”.
Temuan ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan warganet: apakah narasi perjuangan Aura dalam video viral itu memang tulus, atau justru dikonstruksi untuk membentuk opini publik?
Baca Juga: Mira, Pemandu dan “Penjaga” Setia dari Banyupoh
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sendiri dikabarkan merasa heran dengan gaya hidup Aura dan keluarganya.
Ia mempertanyakan klaim tidak memiliki rumah, sementara Aura tampak hidup layaknya keluarga menengah ke atas—baik dari segi penampilan, aktivitas, maupun lingkungan sosialnya.
Publik pun kembali memperdebatkan motivasi di balik penolakan Aura terhadap kebijakan penghapusan wisuda sekolah.
Baca Juga: Bantuan Keuangan Parpol, Wabup Supriatna: Bukan Sekadar Administrasi
Ia sempat menyebut biaya wisuda tidak seberapa, padahal banyak siswa dari keluarga tidak mampu yang justru keberatan dengan biaya tersebut.
Editor : Wiwin Meliana