BALIEXPRESS.ID-Isu dugaan kekerasan dan eksploitasi terhadap anak mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI) kembali mencuat usai pengakuan Butet yang menyebut dirinya dipisahkan dari anak kandungnya.
Menanggapi itu, kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo menghadirkan Murni (pawang gajah sejak 1971), Johannes (sopir sejak 1999), dan Ibu Girah (asisten rumah tangga selama 43 tahun).
Dalam tayangan yang dipublikasikan pada 23 April 2025 dan telah ditonton lebih dari 1 juta kali per 29 April 2025, mereka membantah tuduhan yang dilayangkan Butet.
Dikutip dari kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo (Selasa, 29/04/2025) Girah menjelaskan Butet tidak dipisahkan dari anaknya, melainkan diamankan, karena Butet saat itu hamil dari karyawan yang telah beristri.
“Anaknya bukan dipisah, tapi dititipkan supaya nanti kalau istrinya datang itu jangan sampai mendengar,” ujar Girah dalam video tersebut.
Ia menjelaskan, penempatan anak itu di rumah Pak Hadi bertujuan mencegah konflik rumah tangga dari pihak laki-laki.
“Kalau istrinya tahu suaminya menghamili Butet, bisa berantem, bisa cerai,” katanya.
Selama diasuh, anak tersebut dirawat oleh suster dan Ibu Girah, namun Butet disebut tidak pernah menengok anaknya.
“Saya yang ngasuh, tapi Butet enggak pernah datang menanyakan anaknya,” jelas Girah.
Denny Sumargo menegaskan bahwa kesaksian ini penting karena menyangkut kebenaran dan kejujuran, bahkan sampai ke akhirat.
“Saya berani ulang kembali cerita ini… saya tahu persis,” jawab Girah menegaskan.
Anak tersebut disebut disekolahkan di Cisarua dan dirawat layaknya keluarga sendiri oleh pihak pengelola.
“Disekolahkan kok, ada ijazahnya, bisa dilihat nanti,” kata Girah.
Girah juga membantah tuduhan kekerasan oleh Frans dan Jansen Manansang, pengelola Taman Safari.
“Pak Frans dan Pak Yansen sibuk kerja, mana mungkin nyeplak anak,” ujarnya.
Murni mengungkapkan rasa sedih atas tuduhan yang dianggap tidak sesuai kenyataan.
“Sedih rasanya, kenapa kok balasannya seperti ini,” ucap Murni.
Girah berharap pihak anak-anak OCI bisa menunjukkan itikad baik kepada orang-orang yang pernah merawat mereka.
“Harusnya minta maaf… sudah dirawat lebih dari anak sendiri, kok tega,” tegas Girah.
Murni menyayangkan sikap Butet yang tidak datang langsung ke OCI untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik.
“Saya tahu anak itu, dulu saya pernah kunjung ke rumah Butet waktu tugas di Surabaya, harusnya datang saja ke TSI selesaikan baik-baik.” pungkas Murni.
Editor : Wiwin Meliana