BALIEXPRESS.ID-Guru biologi bernama Wety Yuningsih menjadi sorotan setelah memberikan tugas menggambar alat kelamin kepada siswanya.
Peristiwa tersebut terjadi di SMA Negeri Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dan langsung memicu kontroversi publik.
Baca Juga: Move On Kilat! Ria Ricis Gandeng Vokalis Band Terkenal, Restu Netizen Jadi Sorotan!
Tidak lama setelah viral, guru biologi Wety Yuningsih mengunggah video klarifikasi. Dalam video klarifikasi Wety mengakui video tersebut dibuat saat ujian biologi kelas 11 dan diposting pada Februari 2025.
"Saya meminta maaf karena kurang berhati-hati dalam membuat konten yang mungkin tidak perlu diposting di media sosial," tutur guru Wety yang aktif membagikan kegiatan pembelajaran dan memiliki 15,5 ribu followers TikTok.
Dalam video klarifikasinya, Wety mengatakan bahwa konten tersebut bagian dari pembelajaran biologi kelas 11 tentang reproduksi, di mana siswa diharapkan memahami alat reproduksi masing-masing.
Baca Juga: NGERI! Mayat Wanita Dicor di Halaman Belakang Rumah, Siapa Pelakunya?
Wety juga mengatakan bahwa ia telah menghapus konten kontroversial itu.
Meski begitu, konten Wety tentang siswa menggambar alat kelamin sudah terlanjur menyebar di dunia maya dan menjadi sorotan warganet.
"Saya menerima kritik dan saran dari para netizen agar kedepannya lebih berhati-hati. Saya sudah menghapus video yang ada di akun saya dan untuk akun-akun yang me-repost video saya sudah di luar tanggung jawab saya," tukas Wetty.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi tegas kasus viral seorang guru di Bandung yang memberikan soal ujian kepada murid untuk menggambar alat kelamin sendiri.
Dalam pernyataannya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025), Dedi menyatakan akan langsung memberhentikan guru tersebut jika terbukti benar.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Ancam Pecat Guru yang Beri Soal Gambar Alat Kelamin: Besok Saya Berhentikan
“Kalau guru itu ada, sebutin gurunya di mana? SMA mana? Besok saya berhentikan. Kita cek langsung,” ujar Dedi dengan nada tegas.
Ia menegaskan bahwa tidak akan memberi toleransi kepada pendidik yang tidak mencerminkan semangat dan nilai-nilai pendidikan.
“Kita cek langsung, pokoknya kita tidak akan ada toleransi guru-guru yang tidak mencerminkan spirit pendidikan,” tambahnya.
Editor : Wiwin Meliana