Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Keren! Tiga Desa di Buleleng Sabet Trisakti Tourism Award 2025, Bukti Wisata di Bali Utara Diperhitungkan

I Putu Mardika • Jumat, 9 Mei 2025 | 22:24 WIB

 

Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra (dua dari kiri) saat menerima penghargaan Trisakti Tourism Award 2025 yang diserahkan langsung oleh Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri
Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra (dua dari kiri) saat menerima penghargaan Trisakti Tourism Award 2025 yang diserahkan langsung oleh Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri
BALIEXPRESS.ID- Kabar membanggakan datang dari utara Pulau Dewata. Tiga desa wisata dari Kabupaten Buleleng sukses membawa pulang penghargaan prestisius Trisakti Tourism Award 2025.

Ajang ini bukan penghargaan sembarangan. Diselenggarakan oleh DPP PDI Perjuangan, penghargaan ini jadi tolok ukur penting dalam memajukan pariwisata berbasis kearifan lokal, budaya, dan keberlanjutan.

Tiga desa wisata yang bikin bangga Buleleng adalah Desa Les (Kecamatan Tejakula), Desa Sudaji (Kecamatan Sawan), dan Desa Pemuteran (Kecamatan Gerokgak).

Ketiganya naik panggung kehormatan di malam penganugerahan yang berlangsung di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Kamis malam (8/5).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dan diterima Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra.

Trisakti Tourism Award sendiri adalah ajang tahunan yang mengapresiasi desa wisata yang berhasil menjalankan prinsip Trisakti: berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

Tak main-main, penghargaan ini punya banyak kategori, dari ecowisata, kuliner, petualangan, hingga wisata kebugaran.

Dari 5 desa wisata yang dikirim Kabupaten Buleleng, tiga berhasil menyabet gelar juara. Desa Les keluar sebagai Juara 1 Kategori Wisata Kuliner, Desa Sudaji menyabet Juara 2 Kategori Wisata Kebugaran, sementara Desa Pemuteran meraih Special Recognition untuk Ekowisata.

"Ini bukan sekadar menang lomba, ini bukti bahwa desa-desa kita punya kelas!" ujar Bupati Sutjidra usai menerima penghargaan.

Ia menambahkan, keberhasilan ini adalah hasil kerja keras semua pihak, terutama masyarakat desa yang terus menjaga dan mengembangkan potensi wisata lokalnya.

Buleleng memang punya modal kuat untuk urusan desa wisata. Dari data yang disampaikan Sutjidra, ada 75 desa wisata di 9 kecamatan. Namun, tahun ini hanya 5 desa terbaik yang diikutsertakan dalam kompetisi.

Selain tiga pemenang, dua desa lainnya adalah Desa Sambangan (Kategori Petualangan) dan Kelurahan Paket Agung (Kategori Sejarah).

Menariknya, tahun ini lebih dari 1.000 desa wisata dari seluruh Indonesia ikut serta dalam ajang ini. Dari angka tersebut, hanya 120 yang berhasil masuk nominasi, dan cuma 23 desa yang benar-benar naik panggung jadi pemenang. Artinya, capaian Buleleng ini benar-benar luar biasa.

Bupati Sutjidra juga mengingatkan bahwa meski pariwisata bukan sumber PAD terbesar di Buleleng, sektor ini punya prospek besar.

Apalagi kalau dikembangkan dengan pendekatan berbasis alam dan budaya lokal. “Kami ingin membangun pariwisata yang nggak cuma ramah wisatawan, tapi juga ramah lingkungan,” tegasnya.

Ia juga berharap, kemenangan ini bisa jadi pemicu semangat bagi desa-desa lain di Buleleng.

"Semoga desa wisata lain ikut terpacu. Kita akan dukung penuh, selama itu sejalan dengan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan," lanjutnya.

Penghargaan ini diharapkan bukan cuma soal kemasan, tapi juga substansi. Pasalnya, desa-desa yang menang dinilai dari inovasi, partisipasi masyarakat, dan dampaknya terhadap ekonomi lokal. Jadi, kemenangan Buleleng bukan cuma cantik di atas kertas.

Bupati Sutjidra pun tak lupa mengapresiasi pada seluruh pihak yang terlibat. Dari masyarakat desa, pelaku pariwisata, sampai pendamping program. “Kemenangan ini untuk kita semua,” ucapnya mantap. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Trisakti Tourism Award 2025 #Desa Sudaji #desa les #Desa Pemuteran #pdi perjuangan #buleleng