BALIEXPRESS.ID-Media sosial kini tengah hangat diliputi perbincangan mengenai pro dan kontra pelaksanaan kelulusan atau graduation untuk kalangan TK-SMA/SMK, terkhusus di kalangan SMA/SMK.
Berbagai fenomena terjadi, seperti larangan graduation untuk para siswa di Jawa Barat oleh Gubernur Dedi Mulyadi.
Fenomena ini turut merambah ke Jawa Timur. Kadisdikpora Provinsi Jawa Timur juga melakukan pelarangan tersebut.
Terlebih di Bali, kini kelulusan siswa-siswa SMA/SMK tersebut tengah menjadi sorotan publik usai video viral salah satu SMK di bali mengundang seorang DJ untuk merayakan kelulusan mereka.
Di tengah polemik pro kontra perayaan kelulusan tersebut, melalui salah satu video yang diunggah akun @infogarutraya pada Rabu, 7 Mei 2025 menampilkan potongan-potongan video kelulusan 2 SMA dan SMK di Garut, Jawa Barat.
Dalam video yang dikutip Sabtu, 10 Mei 2025, terlihat para siswa dan guru merayakan kelulusan dengan sederhana namun penuh haru.
Baca Juga: Viral! Tak di Perbolehkan Mengamen di Dalam Bus, Pengamen Ngamuk dan Rusak Bus di Tangerang
Salah satu potongan video tersebut menampilkan siswa-siswi yang berterima kasih kepada guru atas ilmu dan bimbingan selama masa sekolah.
Kelulusan tersebut tampak dirayakan dengan sederhana dengan diikuti antusias dan semangat oleh para siswanya.
“Terima kasih, Bapak/Ibu Guru, atas ilmu, nasihat, dan kesabaran yang tak ternilai. Perpisahan ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan kami yang membawa pesan dan pelajaran dari Anda. Video ini dari 2 sekolahan yg ada di garut @dedimulyadi.” Tulis akun @infogarutraya dikutip Sabut, 10 Mei 2025.
Video tersebut sontak viral dan mendapatkan banyak sambutan dan dukungan positif dari warganet.
“Kerenn ini sederhana dan mengesankan. Akan d ingat sampai kita tua nanti Insya Allah kesan yg paking indah ini momentnya.” Tulis akun @rinia0571.
“Tuh kan pada nangis padahal sederhana.” Tulis akun @bangedhyompong.
“Patut jadi percontohan.. sederhana tapi berkesan.” Tulis akun @ikb9551.
Baca Juga: VIRAL! Siswi SMP di Denpasar Jadi Korban Bullying, Diduga Dikeroyok dan Diejek Anak Yatim
“Tuh kan teu kudu wisuda wisudaan Sagala.gini ajj udh bikin gw mewek SMA 19 Garut yesss.” Tulis akun @wigena_dewangkara.
“Nah kitu perpisahan mah lebih bermakna...” Tulis akun @ceceparipin02.
“Tah kieu perpisahan mah, lain pagebot gebot kabaya Jeung makeup, nepika ratusan rebu Jang kabaya Jeung makeup, tp kesananya tdk ada, brs acara bubar da baju Jeung makeup gs paburisat kaburu cape lieur hareudang” Tulis akun @idaidawati40gmail.co.
Sumber kutipan dari akun @infogarutraya menunjukkan bahwa perayaan kelulusan bisa kembali pada esensinya, yakni refleksi dan penghargaan atas perjuangan belajar, bukan sekadar ajang pesta.
Editor : Wiwin Meliana