BALIEXPRESS.ID-Dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta UMKM di Provinsi Jabar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan langkah konkret untuk menangani permasalahan sosial yang selama ini meresahkan masyarakat.
Baca Juga: Kualitas Layanan Semakin Meningkat, BRI Raih Digital Channel Terbaik Versi BSEM 2025
Melalui unggahan di akun Instagram resminya @dedimulyadi71, Senin (12/5/2025), Gubernur Jawa Barat menjelaskan program pembinaan yang akan menyasar kalangan pemuda dan orang dewasa yang terlibat dalam tindakan seperti mabuk-mabukan, premanisme, pemalakan, serta gangguan terhadap pasar dan iklim investasi.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen memberantas premanisme dan aksi preman yang berbaju ormas.
Baca Juga: Ricuh di Bali! Pemain Layangan Geruduk Villa Bule, Berakhir Disemprot dengan Air
“Tentu sikap ini adalah sikap yang luar biasa dan sejalan dengan program di Jawa Barat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyebut satgas premanisme yang dibentuk oleh pemerintah pusat menguatkan apa yang sudah ada di provinsi Jawa Barat.
“Kita sudah menginisiasi satgas premanisne di berbagai tempat dan tinggal di matchingkan dengan pemerintah pusat,” jelasnya.
Baca Juga: Gubernur Bali Tegaskan Ormas GRIB Belum Terdaftar, Tak Akan Diterima di Bali
Dedi Mulyadi menyebut bahwa aksi premanisme terjadi karena oknum-oknum tersebut nganggur tetapi ingin memiliki uang.
Mereka akan nongkrong, minum dan bergerombol lalu mendatangi satu tempat untuk mendapat uang.
Maka dari itu, pihaknya berencana akan memasukkan preman-preman pembuat onar di Jawa Barat ke Barak Militer.
Program ini akan dijalankan pada bulan Juni mendatang dan seterusnya.
“Pada bulan Juni, Juli dan seterusnya preman-preman pembuat onar akan dimasukan ke barak militer untuk mendapatkan Pendidikan,” pungkasnya.
Editor : Wiwin Meliana