Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Masuk Barak Militer, Preman di Jabar akan Dipekerjakan di Proyek Pembangunan

Wiwin Meliana • Senin, 12 Mei 2025 | 17:55 WIB

Dedi Mulyadi akan memperkerjakan preman yang masuk barak militer di proyek pembangunan Jabar
Dedi Mulyadi akan memperkerjakan preman yang masuk barak militer di proyek pembangunan Jabar

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengambil langkah tegas dalam menekan angka premanisme yang selama ini dinilai mengganggu keamanan, kenyamanan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan bahwa mulai bulan Juni 2025, para preman pembuat onar akan dimasukkan ke dalam barak militer untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan kedisiplinan.

Baca Juga: Karya Pujawali di Pura Segara Rupek pada Purnama Jyestha, Berlangsung Sepekan, Berikut Prosesi Acaranya

Langkah ini diumumkan secara langsung melalui unggahan Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Senin (12/5/2025), sebagai bagian dari program pembinaan sosial terhadap kalangan pemuda dan orang dewasa yang terlibat dalam aktivitas negatif seperti mabuk-mabukan, pemalakan, dan intimidasi terhadap pelaku usaha.

Menurut Dedi, fenomena premanisme di Jawa Barat sebagian besar berakar dari masalah pengangguran dan keinginan instan untuk mendapatkan uang.

Banyak dari pelaku premanisme ini nongkrong di jalanan, minum-minuman keras, kemudian bergerak secara bergerombol mendatangi lokasi-lokasi usaha untuk melakukan pemalakan atau intimidasi terhadap pelaku UMKM dan investor.

Baca Juga: Gubernur Bali Tegas Tolak Kehadiran Ormas Premanisme Berkedok Keamanan

“Mereka ini nganggur tapi ingin punya uang. Mereka nongkrong, minum, terus bergerombol, lalu datang ke satu tempat buat minta uang,” ungkap Dedi dalam pernyataannya.

Untuk menjawab permasalahan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bekerja sama dengan institusi militer untuk memberikan pembinaan kepada para preman.

Dalam program ini, para pelaku akan dikirim ke barak militer guna mendapatkan pelatihan kedisiplinan, pembinaan mental, serta keterampilan kerja.

Program penempatan preman ke barak militer akan dimulai pada bulan Juni dan berlanjut hingga Juli dan bulan-bulan selanjutnya.

Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menghapus praktik premanisme, tapi juga sebagai bentuk pembinaan agar mereka dapat kembali menjadi bagian masyarakat yang produktif.

Baca Juga: Kualitas Layanan Semakin Meningkat, BRI Raih Digital Channel Terbaik Versi BSEM 2025

“Pada bulan Juni, Juli dan seterusnya, preman-preman pembuat onar akan dimasukkan ke barak militer untuk mendapatkan pendidikan,” tegas Dedi.

Tidak hanya pendidikan, para preman akan dikoneksikan dengan proyek pembangunan-pembanguna di Jawa Barat.

“Mereka nanti akan bekerja di proyek-proyek yang digerakkan oleh pemprov Jabar, seperti membangun jalan, membangun jembatan, membangun sekolah,” jelas Dedi Mulyadi.

Hal ini sebagai Langkah untuk menyadarkan para preman jika ingin memiliki uang harus dengan bekerja.

 

Editor : Wiwin Meliana
#preman #barak militer #Pekerjakan #dedi mulyadi