BALIEXPRESS.ID – Sebuah insiden tragis terjadi di perairan Bengkulu, Minggu (11/5/2025) sore, ketika sebuah kapal wisata yang mengangkut lebih dari seratus penumpang tenggelam saat dalam perjalanan kembali dari Pulau Tikus menuju daratan Bengkulu.
Kejadian ini menimbulkan duka mendalam, setelah dikonfirmasi bahwa sebanyak 7 penumpang tewas, 10 lainnya masih dinyatakan hilang, dan 87 penumpang berhasil diselamatkan.
Baca Juga: Masuk Barak Militer, Preman di Jabar akan Dipekerjakan di Proyek Pembangunan
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung menghebohkan media sosial. Sebuah video yang memperlihatkan detik-detik kapal wisata mengalami gangguan di tengah lautan viral setelah dibagikan oleh akun platform X (sebelumnya Twitter) @liaasister. Dalam video tersebut, terlihat kepanikan para penumpang saat kapal mulai oleng dan tak bisa melaju akibat cuaca buruk.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber, kapal diduga mengalami kerusakan mesin setelah dihantam badai hebat di tengah perjalanan. Gelombang tinggi dan hujan deras membuat kapal tidak mampu mempertahankan stabilitasnya, hingga akhirnya tenggelam di perairan lepas.
Juru bicara Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut tim gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, serta nelayan setempat langsung diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban.
“Sementara untuk korban yang dinyatakan meninggal dunia sampai dengan saat ini 7 orang, dan korban yang masih dalam pencarian 10 orang,” ujar Mega Maysilva dalam keterangan resmi, Senin (12/5/2025).
Ia menambahkan bahwa proses pencarian terus dilakukan secara intensif, dengan harapan seluruh korban yang hilang bisa segera ditemukan.
Menurut informasi sementara, kondisi cuaca buruk menjadi penyebab utama kecelakaan laut ini. Kapal wisata yang mengangkut sebanyak 104 orang itu seharusnya kembali dalam kondisi aman. Namun gelombang besar serta angin kencang membuat perjalanan menjadi sangat berisiko.
Baca Juga: Gubernur Bali Tegas Tolak Kehadiran Ormas Premanisme Berkedok Keamanan
Belum ada informasi resmi terkait nama kapal atau operator wisata yang mengelola pelayaran tersebut. Namun pihak berwenang menyatakan akan melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa kelayakan kapal, izin operasional, dan langkah pengamanan yang seharusnya dilakukan dalam kondisi cuaca ekstrem.
Unggahan video detik-detik tenggelamnya kapal tersebut menuai perhatian dan keprihatinan luas dari warganet. Banyak yang mengkritisi lemahnya pengawasan terhadap keselamatan wisata bahari, terlebih ketika cuaca buruk sudah mulai terdeteksi sebelumnya.
Baca Juga: SIAP-SIAP! Dedi Mulyadi Kirim Preman Pembuat Onar ke Barak Militer Juni Mendatang
“Kenapa kapal tetap diberangkatkan kalau cuaca buruk? Ini harus jadi evaluasi besar untuk otoritas pariwisata dan transportasi laut,” tulis seorang pengguna media sosial.
Hingga saat ini, keluarga korban masih menunggu kabar di posko darurat yang didirikan Basarnas di pelabuhan terdekat. Pemerintah daerah setempat telah menjanjikan bantuan bagi korban selamat serta santunan untuk keluarga korban meninggal dunia.
Editor : Wiwin Meliana