Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Daftar Lengkap 13 Korban Ledakan Maut Amunisi di Garut: Empat Prajurit TNI, Satu Berpangkat Kolonel

I Putu Suyatra • Selasa, 13 Mei 2025 | 02:33 WIB

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (25/4/2025). ANTARA/Walda Marison/am.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (25/4/2025). ANTARA/Walda Marison/am.

BALIEXPRESS.ID – Kabar duka dari Garut akhirnya dikonfirmasi oleh pihak TNI. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi secara resmi membenarkan bahwa 13 orang meninggal dunia akibat ledakan amunisi kedaluwarsa yang terjadi di Desa Sagara, Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5/2025) pagi.

Dari 13 korban jiwa tersebut, empat di antaranya adalah prajurit TNI.

Informasi pilu ini disampaikan langsung oleh Mayjen TNI Kristomei dalam wawancara langsung di televisi pada Senin malam.

Baca Juga: Gambaran Lokasi Ledakan Amunisi TNI AD yang Menewaskan 13 Nyawa Termasuk 4 Prajurit: Berada di Tepi Laut, Warga Sekitar Sering Diingatkan

Ia juga memastikan bahwa seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk untuk proses autopsi dan pemulasaraan.

"Kami terus berkoordinasi dengan aparat terkait di tempat untuk mengamankan lokasi peledakan, dan meng-clear-kan lokasi tersebut karena kami khawatir masih ada ledakan-ledakan lainnya," tegas Kapuspen TNI, menekankan potensi bahaya susulan di lokasi kejadian.

Saat ini, fokus utama TNI adalah menyelidiki tuntas penyebab pasti ledakan tragis ini.

"Ke depan kami akan detilkan apa penyebab di balik ledakan tersebut," janji Mayjen Kristomei, menyiratkan komitmen untuk mengungkap kebenaran di balik insiden yang merenggut banyak nyawa.

Baca Juga: Viral, Kisruh Binggo Kite Festival di Tabanan, Begini Penjelasan Perbekel Desa Sudimara

Senada dengan Kapuspen TNI, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga membenarkan adanya insiden ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut dan menyatakan bahwa kejadian tersebut masih dalam tahap investigasi.

Terungkap pula bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di lahan milik BKSDA Garut yang memang rutin digunakan oleh TNI AD sebagai tempat pemusnahan amunisi kedaluwarsa.

Amunisi yang dimusnahkan tersebut berasal dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III, Pusat Peralatan TNI AD (Puspalad).

Baca Juga: Peringati Waisak, Umat di Vihara Buddha Dharma Gelar Pemandian Tiga Buddha Rupang: Begini Maknanya

Informasi yang beredar kini mengungkap identitas lengkap 13 korban meninggal dunia dalam tragedi ledakan amunisi di Garut, termasuk nama-nama para prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan tugas:

  1. Kolonel Cpl Antonius Hermawan
  2. Mayor Cpl Anda Rohanda
  3. Sdr. Agus bin Kasmin
  4. Sdr. Ipan bin Obur
  5. Sdr. Iyus Ibing bin Inon
  6. Sdr. Anwar bin Inon
  7. Sdr. Iyus Rizal bin Saepuloh
  8. Sdr. Toto
  9. Sdr. Dadang
  10. Sdr. Rustiawan
  11. Sdr. Endang
  12. Kopda Eri Dwi Priambodo
  13. Pratu Aprio Setiawan

Terungkapnya identitas para korban ini tentu menambah pilu mendalam atas tragedi yang terjadi.

Masyarakat kini menanti hasil investigasi menyeluruh dari pihak TNI untuk mengetahui penyebab pasti ledakan maut di lokasi yang selama ini dikenal sebagai tempat aman untuk pemusnahan amunisi kedaluwarsa.

Apa sebenarnya yang terjadi hingga menelan begitu banyak korban jiwa? Kita ikuti terus perkembangan berita selanjutnya. ***

Baca Juga: Pemerintah Percepat Legalitas Tambang MBLB, Pajak Aman, Izin Jalan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#kabupaten garut #amunisi #Mayjen TNI Kristomei Sianturi #tni ad