Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

13 Nyawa Melayang di Garut! Dari 4 Prajurit TNI AD, Salah Satunya Kepala Gudang Berpangkat Kolonel

I Putu Suyatra • Selasa, 13 Mei 2025 | 02:49 WIB

Petugas mengevakuasi korban ledakan di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5/2025). (ANTARA)
Petugas mengevakuasi korban ledakan di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5/2025). (ANTARA)

BALIEXPRESS.ID - Tragedi ledakan dahsyat saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Kabupaten Garut telah merenggut nyawa 13 orang.

Selain empat prajurit TNI AD yang bertugas, sembilan korban lainnya adalah warga sipil.

Keberadaan warga sipil di lokasi yang seharusnya steril ini menimbulkan pertanyaan besar dan memunculkan spekulasi liar. Apa yang sebenarnya terjadi hingga warga sipil ikut menjadi korban dalam insiden mengerikan ini?

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, telah mengonfirmasi identitas keempat prajurit TNI AD yang gugur, termasuk Kolonel Cpl Antonius Hermawan, seorang perwira yang menjabat sebagai Kepala Gudang Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad).

Keempat jenazah prajurit kini telah dievakuasi dan akan disemayamkan secara militer.

Namun, yang tak kalah memilukan adalah nasib sembilan warga sipil yang turut menjadi korban.

Pihak RSUD Pameungpeuk mengungkapkan kondisi jenazah yang mengenaskan, sebagian besar tidak utuh akibat dahsyatnya ledakan.

Baca Juga: Daftar Lengkap 13 Korban Ledakan Maut Amunisi di Garut: Empat Prajurit TNI, Satu Berpangkat Kolonel

"Ada yang masih utuh, ada juga yang hanya bagian tubuh seperti tangan dan kaki. Saat ini kami masih menerima serpihan tubuh dari lokasi kejadian," ujar Kasi SIMRS dan Rekam Medis RSUD Pameungpeuk, Yani Sryani Dahyani.

Lantas, mengapa warga sipil bisa berada di area pemusnahan amunisi yang seharusnya steril dan berada di lahan milik BKSDA Garut?

Informasi mengejutkan datang dari Camat Cibalong, Dianavia Faizal, yang menyebutkan bahwa lokasi ledakan memang jauh dari permukiman warga, sekitar 8 kilometer dari kantor kecamatan dan dekat dengan laut.

Kawasan tersebut bahkan rutin digunakan TNI untuk pemusnahan bahan berbahaya.

Namun, ironisnya, diduga sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi justru mendekat saat proses pemusnahan berlangsung.

Tragisnya, mereka kemudian terkena ledakan susulan dari amunisi yang belum sepenuhnya meledak.

Hal ini mengindikasikan adanya potensi pelanggaran batas aman atau kurangnya sosialisasi yang efektif kepada masyarakat sekitar.

Berikut adalah daftar nama keempat prajurit TNI AD yang gugur:

Tragedi ini bukan hanya duka bagi keluarga TNI, tetapi juga bagi masyarakat sipil yang menjadi korban.

Pertanyaan mendasar pun muncul: mengapa warga sipil bisa sampai mendekat ke lokasi berbahaya saat pemusnahan amunisi sedang berlangsung?

Baca Juga: Gambaran Lokasi Ledakan Amunisi TNI AD yang Menewaskan 13 Nyawa Termasuk 4 Prajurit: Berada di Tepi Laut, Warga Sekitar Sering Diingatkan

Apakah ada faktor kelalaian atau ketidaktahuan yang menyebabkan insiden ini? TNI AD kini tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti ledakan, termasuk bagaimana warga sipil bisa berada di zona berbahaya tersebut. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#kabupaten garut #amunisi #Kolonel Cpl Antonius Hermawan #tni ad