Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Fenomena Battle Sound Horeg di Laut Viral, Susi Pudjiastuti: Semoga Ombak Menenggelamkan!

Wiwin Meliana • Senin, 19 Mei 2025 | 18:58 WIB

Photo
Photo

BALIEXPRESS.ID – Fenomena unik sekaligus kontroversial kembali menghebohkan jagat maya.

 Aksi “battle sound horeg” di laut—yakni kapal-kapal yang membawa perangkat audio raksasa dan memutar musik keras—menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Penjualan Air Kemasan di Bawah 1 Liter Tak Perlu Dilarang, ASRIM Sebut Industri Sudah Buktikan Pengelolaan Sampah Berjalan

Dalam sejumlah video yang beredar, kapal-kapal ini tampak saling berputar sambil memamerkan kekuatan audio di tengah laut.

Aksi ini tak hanya menuai tawa sebagian netizen, tapi juga kecaman, termasuk dari tokoh nasional.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melontarkan kritik tajam terhadap fenomena tersebut.

Lewat akun media sosialnya, Susi menyindir keras tindakan yang dianggap merusak ekosistem laut.

“Semoga suara debur ombak yg besar akan menenggelamkan sound horeg,” tulis Susi dalam unggahan yang langsung ramai dibagikan.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Desak Pemerintah Hentikan Judi Online dan Pinjol, Lebih Baik Kasino

Kekhawatiran Susi bukan tanpa dasar. Lembaga penelitian kelautan asal Amerika Serikat, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), turut menyoroti potensi dampak dari kebisingan ekstrem di laut.

Dalam laporan ilmiahnya, NOAA menyatakan bahwa kebisingan buatan seperti sound system berdaya tinggi dapat mengganggu kehidupan satwa laut, mulai dari menyebabkan stres hingga kematian pada spesies seperti paus dan lumba-lumba.

“Gangguan ini bisa menyebabkan stress, perubahan perilaku, bahkan kematian pada satwa laut,” tulis NOAA, seperti dikutip dalam unggahan akun @fakta.indo.

Lebih dari itu, getaran yang ditimbulkan juga berisiko merusak terumbu karang, yang merupakan habitat penting bagi ribuan spesies laut.

Jika terus dibiarkan, fenomena ini bisa berdampak serius terhadap keseimbangan ekosistem laut di wilayah tersebut.

Baca Juga: Mengenal Runner-Up MasterChef Season 12, Putu Hovit Yusmanjia, Sukses Bangun Bisnis Kuliner di Bali

Setelah dilakukan penelusuran, aksi battle sound horeg tersebut diketahui terjadi di wilayah perairan Pasuruan, Jawa Timur. Tepatnya di Dusun Pasir Panjang, Desa Wates, Kecamatan Nguling, dan Desa Semedusari, Kecamatan Lekok.

Kasubnit Lidik Polairud Pasuruan, Aipda Laswanto, membenarkan lokasi tersebut dalam keterangannya, Minggu (18/5/2025).

"Iya benar. Itu (video yang viral) di Dusun Pasir Panjang Desa Wates Kecamatan Nguling dan Desa Semedusari Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan," ujarnya.

Laswanto menambahkan bahwa aksi tersebut terjadi saat momen Lebaran Ketupat, yang memang sering diwarnai dengan berbagai kegiatan unik masyarakat pesisir.

“Selain di saat Lebaran Ketupat, kami tidak menemukan lagi aksi serupa,” lanjutnya.

Meski telah berlalu, fenomena ini masih menyisakan perdebatan luas di publik, terutama soal kesadaran lingkungan dan perlindungan ekosistem laut. Para pemerhati lingkungan pun mendesak agar ada regulasi lebih tegas dan edukasi yang menyeluruh kepada masyarakat pesisir terkait dampak aktivitas semacam ini.

 

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#sound horeg #Susi Pudjiastuti #Battle #laut