BALIEXPRESS.ID – Kisah pilu kembali datang dari wilayah pedalaman Kabupaten Cianjur.
Seorang ibu hamil bernama Nur Aida, warga Desa Mulyasari, Kecamatan Agrabinta, terpaksa ditandu sejauh 3 kilometer menuju puskesmas karena akses jalan utama rusak berat dan berlumpur.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (19/5), ketika Nur mulai merasakan tanda-tanda akan melahirkan.
Karena kendaraan tidak memungkinkan untuk masuk ke wilayah tempat tinggalnya, warga setempat secara gotong royong mengevakuasi Nur menggunakan tandu darurat yang dibuat dari kain sarung dan bambu.
Baca Juga: Diduga Karena Ini, Mobil Wisatawan Terguling di Jalur Wisata Nusa Penida
Dalam video yang dibagikan oleh akun @pojoksatuid., terdengar orang yang merekam kejadian tersebut pun mengadu kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sementara itu, Ketua RW setempat, Hadim, menjelaskan bahwa kondisi jalan yang rusak parah sudah lama menjadi keluhan warga.
Namun hingga kini, belum ada penanganan serius dari pihak terkait.
“Kami tidak punya pilihan lain selain menandu bu Nur. Jalan ke luar desa hanya bisa dilewati jalan kaki, apalagi kalau musim hujan seperti ini,” ujarnya.
Baca Juga: Delona Vista Rayakan Tiga Tahun Eksistensi dengan Meriah, Ratusan Tamu Hadir
Saat dalam perjalanan, kondisi Nur makin kritis. Dalam keadaan darurat, warga mengalihkan evakuasi ke puskesmas terdekat, sebelum sempat dirujuk ke rumah sakit di Sukabumi.
Kepala bayi bahkan sudah terlihat saat tiba di puskesmas. Beruntung, proses persalinan bisa ditangani dengan cepat oleh tenaga medis dan berjalan lancar.
Kisah ini sontak memantik simpati publik setelah beredar luas di media sosial. Banyak warganet yang mengecam lambatnya pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dan meminta perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat.
Editor : Wiwin Meliana