BALIEXPRESS.ID – Sebuah kabar mengejutkan mengguncang jagat maya Indonesia. Situs PeduliLindungi.id, platform yang selama pandemi Covid-19 menjadi garda terdepan dalam penanganan penyebaran virus, kini dilaporkan sempat berubah wujud menjadi situs judi online.
Insiden ini sontak memicu kekhawatiran serius akan keamanan data pribadi jutaan masyarakat Indonesia.
Jejak Digital yang Terabaikan
Setelah meredanya pandemi, situs PeduliLindungi memang tampak terabaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Baca Juga: Edarkan 50 Paket Sabu, Mahasiswa Diciduk: Begini Pengakuannya
Sebagian besar masyarakat pun sudah beralih menggunakan aplikasi SatuSehat Mobile yang resmi menggantikan fungsi PeduliLindungi sejak 1 Maret 2023.
Namun, siapa sangka, kelalaian ini justru dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Pada Senin (19/5) lalu, situs yang seharusnya menjadi arsip rekam jejak kesehatan masyarakat ini menampilkan konten perjudian daring yang terang-terangan.
Berbagai permainan seperti slot, togel, poker, hingga kasino langsung terpampang nyata, bahkan sempat mengarahkan pengguna ke domain lain, albertagas.org, yang menampilkan layanan judi online berkedok permainan dengan nama PlanetBola88 dan ikon Zeus.
Ancaman Nyata Bagi 105 Juta Data Pengguna
Yang paling mencemaskan adalah fakta bahwa, menurut laporan Radar Tuban (Grup JawaPos), situs PeduliLindungi masih menyimpan sekitar 105 juta data pribadi pengguna.
Data sensitif ini, termasuk informasi kesehatan dan identitas, kini berada di ujung tanduk, terancam bocor akibat dugaan peretasan ini.
Baca Juga: Tragis! Kecelakaan Maut Renggut 4 Nyawa dan 5 Terluka, Libatkan 7 Sepeda Motor: Begini Kejadiannya
Meski situs PeduliLindungi saat ini terpantau telah kembali normal, insiden ini memunculkan pertanyaan besar di benak publik: Mengapa domain PeduliLindungi.id masih aktif padahal layanannya sudah dialihkan?
Bagaimana sistem keamanan siber pemerintah bisa begitu mudah ditembus?
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan peretasan ini.
Publik menanti penjelasan dan langkah konkret dari pemerintah untuk memastikan keamanan data pribadi yang selama ini dipercayakan kepada mereka.
Apakah Anda termasuk salah satu dari jutaan pengguna yang datanya terancam? Bagaimana tanggapan Anda mengenai insiden keamanan siber ini? ***