Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lho Kok? Video Perjuangan Guru Melewati Jembatan Rusak Tuai Simpati, Kini Malah Minta Maaf

Putu Ayu Aprilia Aryani • Kamis, 22 Mei 2025 | 15:43 WIB

Sejumlah guru yang viral karena perjuangannya melewati jembatan rusak kini berujung minta maaf
Sejumlah guru yang viral karena perjuangannya melewati jembatan rusak kini berujung minta maaf

BALIEXPRESS.ID-Sebuah video yang menunjukkan aksi para guru melintasi jembatan rusak di Jambi sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Dalam video tersebut, para guru itu nampak tengah melewati jembatan yang rusak di daerah Merangin itu.

Baca Juga: Heboh di Media Sosial; Kuburan Bayi di Bangli Diduga Dibongkar dan Mayatnya Hilang, Bikin Warganet Merinding!

Dikutip dari Radar Semarang, jembatan gantung sepanjang 100 meter dengan lebar satu meter yang menjadi akses utama menuju sekolah mengalami kerusakan parah sejak lima bulan lalu.

Gantungan kawat baja putus, lantai jembatan miring 90 derajat, dan beberapa bagian keropos termakan usia.

Akibatnya, para guru dan siswa harus bergelantungan pada tali jembatan yang tersisa untuk menyeberangi sungai deras demi sampai ke sekolah.

Video perjuangan para guru ini pun viral dan menuai simpati luas dari warganet.
Namun belakangan, para guru dari SDN 117 Merangin, Provinsi Jambi, justru menyampaikan permintaan maaf.

Baca Juga: Angka Kriminal Meningkat, Polda Bali Aktifkan Kembali Siskamling

Hingga kini belum diketahui secara pasti alasan di balik permintaan maaf tersebut.

Dalam unggahan akun Instagram @republikaonline, tampak video yang memperlihatkan para guru menyampaikan permohonan maaf.

Para guru itu mengatakan kalau merekam video tersebut hanya untuk kepentingan pribadi.
Bukan untuk disebarluaskan, maupun untuk memperburuk citra pemerintah desa atau pemerintah daerah.

“Kami meminta maaf kepada pihak desa, maupun pihak Kabupaten Merangin, Bapak Bupati dan Bapak Gubernur. Ini sama sekali tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan, ini memang karena pengalaman pribadi kami. Jadi kami hanya untuk dokumentasi pribadi saja.” ujar salah satu perwakilan guru, dikutip, Kamis, 22 Mei 2025.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pada saat itu, bersama dengan rekannya ia melewati jembatan itu kala proses perbaikan.

Baca Juga: WNA Inggris Diamankan Satpol PP Gianyar karena Bertingkah Aneh di Vila Tampaksiring

Unggahan tersebut pun ramai dibanjiri komentar dari warganet yang memberikan reaksi beragam.

“Kok malah minta maaf , malah harusnya jadi PR ke depan pemerintah setempat untuk memberikan fasilitas umum terbaik untuk rakyatnya ...uang pajak untuk apa ,kan untuk perbaikan jalan juga bisa , untuk kepentingan masyarakat lagi ...harusnya malah berterima kasih ama ibu-ibu ini ...aneh deh pemerintah setempat yang disitu.” komentar akun @muhammadahnaf75.

“Ibu bukan yang merusak (jembatan) itu, bukan pula pemegang anggaran /pemimpin wilayah tsb. Kenapa "harus" minta maaf ??” ketik akun @rizky.ardhan81.

“Knapa mesti minta maaf biar mreka tau keadaan yg sebenarnya.” tulis akun @rd.sunjaya.

“Kalau Ibu2 dikriminalisasi dibilang menjelek-jelekkan pemerintah daerah, kami siap membuat petisi untuk membela ibu2.” ketik akun @unik_oke.

“Nda perlu minta maaf, justru bagus agar pejabat melek daerahnya..” tulis akun @suriadi_shut.

 

Editor : Wiwin Meliana
#guru #minta maaf #jembatan rusak #jambi