Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tragis! Mancing Lalu Berenang, Dua Pelajar SMP Tenggelam Terseret Arus

Putu Ayu Aprilia Aryani • Sabtu, 24 Mei 2025 | 16:49 WIB

Pencarian dua pelajar SMP terseret arus sungai
Pencarian dua pelajar SMP terseret arus sungai

BALIEXPRESS.ID-Duka mendalam menyelimuti warga Nawangan, Pacitan, usai peristiwa tragis yang menimpa dua pelajar SMP pada Jumat, 23 Mei 2025.

Keduanya ditemukan tewas tenggelam di aliran Sungai Dung Pring, Dusun Watukudi, Kecamatan Bandar, setelah sempat hilang saat berenang.

Menurut informasi yang dilansir dari Radar Madiun insiden ini bermula ketika tiga pelajar, yakni Dian Rizki Prasetyo, Alfian Nurizky, dan Anggi, memancing usai menunaikan salat Jumat.

Baca Juga: Waduh! Siswa SMKN 1 Lubuk Linggau Demo Oknum Guru, Protes Dugaan Pelecehan

Ketika tiba di lokasi, dua di antara mereka Dian dan Alfian memutuskan untuk berenang di sungai tersebut.

Namun nahas, keduanya diduga tidak memiliki kemampuan berenang dan tenggelam di titik terdalam yang mencapai sekitar empat meter.

Peristiwa terjadi di perbatasan antara Desa Jeruk dan Desa Ngromo, yang dikenal memiliki aliran sungai cukup deras dan dalam.

Kepala Desa Jeruk, Haris Kuswanto, membenarkan bahwa warga segera turun tangan setelah mengetahui kejadian tersebut.

“Warga yang mengetahui segera melakukan pencarian dan melapor ke perangkat desa,” ujarnya dikutip Sabtu, 24 Mei 2025.

Baca Juga: Bali Masih Bergantung Pangan dari Luar, GNPIP Dorong Sinergi Nyata Lewat Skema B2B

Upaya pencarian dilakukan secara manual oleh warga setempat menggunakan alat seadanya.

Setelah dua jam pencarian, jasad kedua korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Jenazah langsung dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk dilakukan visum.

Setelah itu, keduanya dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing.

Korban pertama, Dian Rizki Prasetyo, diketahui merupakan warga Dusun Jambu, sementara Alfian Nurizky berasal dari Dusun Watukudi.

Baca Juga: 110 Ormas Se-Bali Bersatu, Suara Damai dan Perlawanan terhadap Premanisme Menggema di Renon

Kepala desa juga menyampaikan bahwa pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi lebih lanjut.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus tenggelamnya anak-anak di aliran sungai saat musim kemarau, yang seharusnya menjadi perhatian bersama.

 

Editor : Wiwin Meliana
#tenggelam #siswa smp #berenang #pacitan