Brutal! OPM Tembak Mati Wanita ODGJ di Intan Jaya, Dituduh Mata-Mata TNI
I Putu Suyatra• Kamis, 29 Mei 2025 | 14:30 WIB
ilustrasi
BALIEXPRESS.ID – Sebuah insiden tragis dan memilukan kembali mengguncang Intan Jaya. Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan telah menembak mati seorang perempuan lanjut usia dengan gangguan jiwa, Mama Hertina, di Kampung Dugusiga, Distrik Sugapa. Korban dituduh sebagai mata-mata TNI, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh pihak militer.
Peristiwa keji ini menjadi sorotan tajam karena Mama Hertina dikenal sebagai warga sipil tak bersenjata yang hidup dalam keterbatasan mental.
Ia terakhir terlihat pada 15 Mei 2025, setelah mengungsi ke Kampung Mamba Bawah demi menghindari ancaman kelompok bersenjata.
Menurut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, Mama Hertina dicegat dan dieksekusi oleh kelompok OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya saat dalam perjalanan pulang.
"Mereka menuduh Mama Hertina sebagai intel TNI, padahal korban adalah perempuan lanjut usia yang mengalami gangguan jiwa dan kerap berjalan sendirian di hutan," ungkap Mayjen Kristomei.
Kristomei juga menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan prajurit TNI dalam insiden ini.
Ia menyebut narasi yang menyalahkan aparat sebagai hoaks yang sengaja diciptakan OPM untuk membangun opini sesat dan memecah belah hubungan antara masyarakat dan aparat keamanan.
"Faktanya, sejak 15 Mei, TNI telah ditarik dari Kampung Sugapa Lama atas permintaan Bupati dan tokoh masyarakat setempat. Kejadian ini murni akibat aksi brutal kelompok separatis bersenjata," jelasnya.
OPM Tebar Teror, TNI Imbau Masyarakat Waspada Hoaks
Jenazah Mama Hertina telah dimakamkan secara adat oleh warga setempat pada hari penemuan.
Pihak TNI menyampaikan duka cita mendalam dan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh provokasi dan informasi menyesatkan yang beredar di media sosial.
"Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan waspada terhadap narasi fitnah yang disebar kelompok separatis. Kejadian ini justru membuktikan bahwa OPM tidak segan menebar teror terhadap siapa pun, bahkan terhadap warga sipil yang paling rentan sekalipun," tegas Kristomei.
Ia menambahkan, setiap upaya memecah belah antara aparat dan rakyat Papua adalah strategi licik kelompok separatis untuk melemahkan kepercayaan publik.
Pemerintah dan aparat keamanan, lanjutnya, tetap berkomitmen menjaga keselamatan warga dan mendorong penyelesaian damai atas konflik di Papua. ***