Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Miris! Bocah SD di Riau Meninggal Diduga Dibully Kakak Kelas Karena Beda Suku dan Agama

Putu Ayu Aprilia Aryani • Senin, 2 Juni 2025 | 17:55 WIB

Ilustrasi pembullyan yangmelibatkan siswa SD di Riau
Ilustrasi pembullyan yangmelibatkan siswa SD di Riau

BALIEXPRESS.ID-Baru-baru ini kembali viral di media sosial mengenai kasus pembullyan yang terjadi di Riau pada seorang siswa SD berhasil menyita perhatian publik.

Seorang bocah laki-laki berinisial KB, siswa kelas 2 SD berusia 8 tahun, meninggal dunia diduga akibat menjadi korban kekerasan fisik oleh lima orang kakak kelasnya.

Baca Juga: AMOR ING ACINTYA Nmax Bonceng Tiga Tabrak Bokong Truk Sampah, 3 Pemuda Asal Denpasar Tewas

Kejadian ini viral di media sosial dan menuai kecaman luas dari warganet.

Dikutip dari Jawa Pos, KB mengalami luka lebam parah dan sempat dirawat intensif di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Ayah korban, Gimson Beni Butarbutar (38), mengungkap bahwa anaknya telah lama mengalami perundungan karena latar belakang suku dan agama.

"Seminggu yang lalu, dia itu sudah sering di-bully. Dibilang suku ini, agama ini. Itu sebelum dia sakit. Itu biasalah karena mereka namanya anak-anak sekolah," ujar Gimson pada Senin, 2 Juni 2025.

Kronologi tragis ini diungkap melalui akun media sosial X @AhlulQohwa, yang menyebut peristiwa bermula pada Senin 19 Mei 2025.

Baca Juga: 100 Hari Kerja Bupati & Wakil Bupati Badung; Gebrakan di Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

KB pulang lebih awal menggunakan sepeda, namun ban sepedanya ternyata dikempeskan oleh para kakak kelasnya.

Keesokan harinya, KB kembali pulang cepat. Saat ditanya oleh sang ayah, bocah itu sempat berbohong dengan alasan ada acara sekolah.

Namun kemudian diketahui dari sang ibu bahwa anak tersebut pulang karena sakit dan sudah izin sebelumnya.

Malam harinya, kondisi KB memburuk. Ia mengalami demam tinggi, nyeri pinggang, dan pembengkakan di bagian perut.

Gimson yang mulai curiga akhirnya menanyakan langsung ke teman anaknya, Rio, dan terungkap bahwa KB dipukuli oleh lima kakak kelasnya.

Gimson lalu melapor ke wali kelas, yang menjanjikan akan memanggil orang tua pelaku pada Kamis, 22 Mei 2025, namun janji tersebut tidak ditepati.

Tidak tinggal diam, Gimson mendatangi kepala sekolah pada Jumat, 23 Mei 2025, dan meminta dipertemukan dengan salah satu pelaku berinisial DR.

DR membantah sebagai pelaku utama, mengaku hanya menumbuk dari belakang, dan menyebut HM sebagai pihak yang memukul bagian perut KB.

Baca Juga: Dewa Nida Ingatkan Golkar Bali Kelola Dana Parpol Secara Hati-hati

Ketika Gimson mendatangi orang tua HM, mereka menolak tuduhan dan justru menyebut ada pelaku lain.

Sayangnya, kondisi KB terus memburuk. Ia sempat muntah darah, mengalami kejang-kejang, dan akhirnya meninggal dunia pada Senin, 26 Mei 2025 pukul 02.10 WIB.

Jenazah sempat dirujuk ke RSUD Pematang Reba, namun nyawa bocah malang tersebut tidak tertolong.

Kasus ini langsung viral setelah berbagai akun media sosial mengunggah kronologi dan kondisi terakhir korban.

Warganet ramai-ramai mengecam perundungan yang terjadi, terlebih lagi mengingat usia korban yang masih sangat muda dan motif bullying yang begitu menyedihkan.

 

Editor : Wiwin Meliana
#bocah sd #agama #riau #bully #meninggal