Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Islah Bahrawi Yakin Budi Arie Terlibat Kasus Judol, Ungkap Adanya Permintaan Setoran dalam Bungkus Kopi

Putu Ayu Aprilia Aryani • Rabu, 4 Juni 2025 | 18:01 WIB

Cak Islah bicara soal Dugaan Keterlibatan Budi Arie Dalam Kasus Korupsi
Cak Islah bicara soal Dugaan Keterlibatan Budi Arie Dalam Kasus Korupsi

BALIEXPRESS.ID-Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) asal Madura, Gus Islah Bahrawi, menyebut kejahatan judi online sebagai bentuk “ekstraordinary crime” yang sangat merusak moral dan tatanan sosial.

Baca Juga: PANAS! Islah Bahrawi Sebut Budi Arie Tikus Got, Tak Gentle Akui Terlibat Kasus Pengamanan Judol

Dalam perbincangan bersama Deddy Corbuzier di podcast Close The Door yang tayang Selasa, 3 Juni 2025, Gus Islah bahkan menyandingkan dampak judol (judi online) dengan narkoba, dan menilai keduanya sama-sama gila, bahkan lebih masif.

“Judi online ini betul-betul extraordinary crime yang melahirkan kejahatan-kejahatan berikutnya,” ujar Cak Islah dikutip Rabu, 3 Juni 2025

Ia mencontohkan kasus seorang ojek online yang membunuh rekan seprofesinya demi mendapatkan motor karena terlilit utang pinjaman online untuk membayar kekalahan judol.

Baca Juga: Mencekam! Polisi Tembak Mati Dua Pelaku Pembobolan Toko, 1 Pelaku Masuk DPO

Menurutnya, akses yang tak terbatas dan sifat candu dari platform judol membuatnya menjadi sumber kriminalitas baru di masyarakat.

Hal inilah yang membuat Cak Islah dan Deddy merasa sangat geram, apalagi jika dugaan keterlibatan pejabat publik dalam kejahatan ini terbukti.

“Kalau betul (Budi Arie) melakukan itu, maka ini adalah bentuk pengkhianatan publik yang serius. Seorang pejabat publik itu digaji oleh negara, menjalankan amanah rakyat, bukan mempermainkan kepercayaan,” tegas Cak Islah.

Lebih lanjut, Cak Islah mengungkap adanya dugaan aliran dana kepada Budi Arie dari operator situs judi online.

Ia menyebutkan informasi tersebut terekam dalam sejumlah bukti digital dan pengakuan para saksi.

Salah satunya adalah adanya pesan WhatsApp dari Budi Arie kepada seseorang bernama Tony terkait permintaan dana.

Baca Juga: Kecelakaan Maut! Hendak ke Sawah, Pemotor Tewas Tertabrak Bus saat Menyeberang Jalan

Dalam narasi yang disampaikan Cak Islah, uang senilai 500 juta rupiah bahkan dikemas dalam bungkus kopi dan diserahkan ke rumah dinas.

“Budi Arie yang minta. Itu terbukti loh, ada di chat WA-nya ke Tony,” kata Cak Islah.

Ia juga menyebut bahwa tim “satelit” yang dibentuk untuk menangani pemblokiran situs judi online justru diisi oleh orang-orang yang tidak lolos seleksi resmi di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Tim inilah yang disebutnya menjadi bagian dari relasi kekuasaan yang disalahgunakan.

Kasus ini, menurut Cak Islah, mulai terungkap ketika dua bandar judi online ditangkap di Medan. Dari pengakuan mereka, muncul informasi tentang setoran ke pejabat Kominfo.

Hal itu menjadi titik awal pengungkapan aliran dana yang disebut berujung pada satu nama, Budi Arie.

Baca Juga: GEGER! Purnawirawan TNI Surati DPR dan MPR untuk Makzulkan Gibran dari Kursi Wapres! Apa Alasannya?

“Setelah ditangkap, semuanya langsung mengakui, dan ujungnya juga ke satu orang ini,” ungkapnya.

Saat ditanya oleh Deddy mengapa proses penetapan tersangka terhadap Budi Arie terlihat lambat, Cak Islah menilai hal ini berkaitan dengan situasi politik pasca Pemilu 2024.

“Pak Prabowo baru membentuk kabinet. Konsiliasi kabinet ini sedang terbentuk. Jadi belum boleh diganggu. Tapi sekarang, karena sudah di pengadilan, tidak bisa berkutik lagi,” jelasnya.

Cak Islah menyerukan agar Presiden Prabowo tidak membiarkan potensi “kerikil dalam sepatu” kabinet yang baru dibentuknya.

“Mohon maaf ya Bapak Presiden, jangan biarkan ada kerikil dalam sepatu. Buka lagi sepatunya, lalu buang kerikil itu,” pungkasnya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#setoran #judi online #Budi Arie #islah bahrawi