BALIEXPRESS.ID – Tren kasus Covid-19 di Indonesia kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Senin, 2 Juni 2025, tercatat sebanyak 72 kasus positif Covid-19 terkonfirmasi sepanjang tahun ini.
Lonjakan ini memicu kekhawatiran sejumlah pihak, termasuk Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetyani Aher, yang mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah cepat dan tegas.
“Lonjakan kasus ini tidak bisa dianggap sepele. Peningkatan positivity rate di sejumlah negara Asia seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Hongkong harus menjadi peringatan serius bagi Indonesia. Kita tidak boleh lengah,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (4/6).
Baca Juga: WOW! Klungkung Bangun Labkesmas Rp12,5 Miliar, Jadi yang Pertama di Bali Timur
Netty menyambut baik terbitnya Surat Edaran Kemenkes sebagai bentuk respons awal terhadap situasi ini. Namun, ia mengingatkan bahwa surat edaran tersebut jangan hanya menjadi formalitas birokrasi.
“Surat edaran tidak cukup jika hanya berhenti di meja administrasi. Harus ada koordinasi nyata lintas sektor hingga ke tingkat fasilitas kesehatan yang berada di garis depan,” tegasnya.
Salah satu titik krusial yang perlu mendapat perhatian khusus menurut Netty adalah pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia, termasuk bandara dan pelabuhan.
Baca Juga: Nyalip Berujung Maut! Kronologi Siswi Asal Mengwi Tewas dalam Kecelakaan Motor di Badung
“Mobilitas masyarakat, terutama dari luar negeri ke Indonesia, berpotensi menjadi jalur masuk penyebaran virus. Pemerintah harus memperketat pengawasan dan skrining kesehatan di semua titik masuk,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi jangka menengah, Netty juga mendorong agar sistem kesehatan nasional tetap dalam kondisi siaga.
Ia menekankan pentingnya kesiapan fasilitas medis, tenaga kesehatan, hingga ketersediaan alat pelindung diri (APD).
Baca Juga: PT Oceanq View Villas Beri Klarifikasi, Tak Terlibat dalam Insiden Truk Masuk Jurang di Nusa Penida
“Jangan sampai kita kecolongan lagi. Pemerintah harus memastikan kesiapan sistem layanan kesehatan jika terjadi lonjakan kasus secara mendadak,” tutupnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna