BALIEXPRESS.ID – Nama Hikmatullah, anggota DPRD Kota Cilegon dari Partai Gelora, tengah menjadi sorotan publik, khususnya di media sosial X.
Perhatian ini mencuat setelah dirinya diduga terlibat dalam insiden penabrakan buruh saat aksi mogok kerja di depan PT Bungasari Flour Mills Indonesia, Selasa, 10 Juni 2025.
Baca Juga: Arogan! Anggota DPRD Cilegon Diduga Tabrak Pendemo, Satu Buruh Alami Luka
Meski belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang, aksi Hikmatullah dalam demo buruh tersebut menuai kritik tajam dan reaksi keras dari warganet.
Banyak yang mempertanyakan integritas dan sikap seorang wakil rakyat yang seharusnya melindungi masyarakat, bukan malah bersikap represif.
Dikutip dari berbagai sumber, Hikmatullah sendiri merupakan satu-satunya kader Partai Gelora yang berhasil duduk di kursi DPRD Kota Cilegon periode 2024–2029.
Ia terpilih dari daerah pemilihan (dapil) Cilegon 3 yang mencakup Kecamatan Ciwandan dan Citangkil dengan raihan 2.914 suara pada Pemilu Legislatif 2024 lalu.
Baca Juga: Saksi Mata Ungkap Detik-Detik Mencekam Pembunuhan di Bali: Dia Teriak Seperti Mau Nyerang!
Pria bergelar Haji ini diketahui memiliki latar belakang pendidikan sarjana sosial (S.Sos), meskipun informasi terkait kampus asal dan riwayat akademiknya belum diketahui secara jelas.
Rekam jejak kariernya pun belum banyak terekspos ke publik.
Namun, satu hal yang mencuri perhatian adalah laporan harta kekayaan yang dilaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024.
Berdasarkan data tersebut, Hikmatullah tercatat memiliki kekayaan mencapai Rp6,39 miliar.
Kekayaan itu sebagian besar berupa aset tanah dan bangunan senilai lebih dari Rp5,1 miliar yang tersebar di tujuh lokasi di Kota Cilegon.
Selain itu, ia juga memiliki kendaraan senilai Rp737,9 juta, surat berharga senilai Rp425 juta, dan simpanan kas setara Rp57,8 juta.
Sebagai Ketua DPD Partai Gelora Kota Cilegon, Hikmatullah kini menghadapi tekanan publik yang cukup besar. Kasus yang menyeret namanya dalam aksi demo buruh di PT Bungasari kini juga memicu wacana agar penegak hukum dan DPRD mengambil langkah tegas dan transparan.
Publik pun menantikan klarifikasi resmi dari yang bersangkutan maupun dari lembaga DPRD Kota Cilegon terkait insiden yang mencoreng citra wakil rakyat ini.
Editor : Wiwin Meliana