Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kritik Tambang Dipertegas, Dedi Mulyadi: Tak Ada Negeri Makmur dari Hasil Tambang

Putu Ayu Aprilia Aryani • Selasa, 17 Juni 2025 | 14:49 WIB

Dedi Mulyadi Kembali Menegaskan Pandagannya Mengenai Penambangan
Dedi Mulyadi Kembali Menegaskan Pandagannya Mengenai Penambangan

BALIEXPRESS.ID-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menegaskan pandangannya terkait aktivitas pertambangan yang selama ini dianggap sebagai jalan menuju kemajuan dan kemakmuran.

Pandangan ini ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Senin, 16 Juni 2025.

Baca Juga: Kunjungan ke Bekasi, Dedi Mulyadi Bongkar Praktik Jual-Beli Tanah Negara, Begini Modusnya

“Dan hari ini banyak orang yang memiliki anggapan bahwa penambangan, itu bisa melahirkan kemajuan dan kemakmuran. Dalam pandangan saya yang hidup dan memimpin di Jawa Barat, saya melihat daerah-daerah yang menjadi objek penambangan, tidak ada kemajuan, tidak ada kemakmuran,” ujar Dedi.

Ia menekankan bahwa kenyataan di lapangan justru menunjukkan dampak yang sebaliknya.

“Yang terjadi adalah kerusakan lingkungan, konflik yang berkepanjangan, dan kemiskinan yang tak terselesaikan.” Ucapnya.

Menurutnya, penambangan justru menurunkan kualitas pemikiran dan tidak sejalan dengan perkembangan zaman yang mengandalkan ilmu pengetahuan.

Baca Juga: Yabes Roni Dipastikan Tetap Berseragam Serdadu Tridatu, Bos Bali United Singgung Kontribusinya

“Dan dengan menambang sesungguhnya, kita lagi menurunkan sumber daya pemikiran kita. Karena orang-orang yang pandai, orang-orang yang mengalami kemajuan, negara-negara yang tumbuh dengan pesat, itu justru mengandalkan ilmu pengetahuan dalam melakukan pengelolaan alam. Dengan tidak melakukan eksploitasi.” Jelas Dedi.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan dengan kecerdasan.

“Tetapi melakukan pengelolaan alam dengan kecerdasan, lahirlah kemajuan.” Ucapnya.

Dedi pun mengaitkan kebijakannya di Jawa Barat dengan upaya menciptakan masa depan yang lebih baik.

“Untuk itu semoga di Jawa Barat penambangan-penambangan yang terus kami tutup, itu adalah ikhtiar kami untuk membangun kemajuan. Dengan menutup penambangan, kita sedang memelihara alam, kita sedang menjaga ekosistem dan kita sedang menjaga Jawa Barat kedepan.” Pungkas Gubernur yang kerap di sapa KDM itu.

Dalam keterangan unggahannya, Dedi menuliskan bahwa kemakmuran sebuah negara tidak berasal dari hasil tambang.

“Tak ada negeri yang makmur dari hasil tambang. Negeri makmur adalah negeri yang mengedepankan karakter & ilmu pengetahuan.” Tulis Dedi.

Baca Juga: Kapal LCT Kandas Diterjang Angin Kencang saat Sandar di Dermaga Padangbai Karangasem

Pernyataan ini menuai beragam respons dari warganet yang mayoritas menyampaikan dukungan terhadap kebijakan tersebut.

“Yg makmur cuma kalangan tertentu aja pak, memakmurkan sendrii,” ketik akun @amy_prio.

“Setuju pak gubkuuhh, ambil contoh aja Tiongkok hampir gk pernah ngerusak alam tp dengan teknologi mereka justru membuat alam menjadi lbh indah sehingga bnyk yg jd tempat wisata dunia,” tulis akun @atty_nabil.

“Ketika pertambangan hanya dinikmati hasilnya oleh segelintir orang. Kami bersama mu @dedimulyadi71,” komentar akun @mochi92yusuf.

Namun, tak sedikit pula komentar dari warganet yang terdampak langsung secara ekonomi dari penutupan tambang.

“Iya pakk tidak masalah untuk penambangan ditutup tapi solusi nya apa pakk bagi yang terkena dampak dan kehilangan pekerjaannya, istri sudah marah² terus pak karena masih nganggur, hutang Bank blm ketutup,” ketik akun @batualam_cirebon.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Dedi Mulyadi mengambil tindakan tegas terkait penambangan di Gunung Kuda, Cirebon, setelah terjadi longsor yang menewaskan beberapa pekerja. 

 

Editor : Wiwin Meliana
#Kemakmuran #kemajuan #dedi mulyadi #penambangan