Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tokoh Puri Agung Pamotan Desak Keterbukaan Kasus Kematian Lettu Kes Ida Bagus Dody

Wiwin Meliana • Rabu, 18 Juni 2025 | 16:27 WIB

Kasus Kematian Lettu Kes Ida Bagus Dody masih menyisakan tanda tanya besar
Kasus Kematian Lettu Kes Ida Bagus Dody masih menyisakan tanda tanya besar

BALIEXPRESS.ID– Desakan agar kasus kematian Lettu Kes Ida Bagus Dody diusut secara tuntas terus menguat.

 Tokoh adat sekaligus bangsawan Puri Agung Pamotan Cakranegara, Anak Agung (AA) Made Jelantik Baharyang Wangsa, meminta keterbukaan penyebab kematian almarhum, yang hingga kini masih menjadi misteri dan menyisakan banyak tanda tanya.

Baca Juga: Terduga Pelaku Penembakan Brutal di Bali Tertangkap, Satu Diamankan di Jakarta, Satu di Singapura

Menurut AA Made Jelantik, sejak awal dirinya merasa ada kejanggalan atas kematian perwira TNI AU tersebut.

 Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa dianggap remeh dan mendesak semua tokoh Hindu serta masyarakat luas, terutama di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk bersatu menuntut keadilan bagi keluarga almarhum.

"Dari awal saya mengetahui kasus ini, kematian almarhum menurut saya nggak masuk akal. Mari kita bersama-sama menuntut keadilan. Jangan sampai karena militer dianggap berat lalu tidak ada kejelasan hukum," ujarnya dikutip dari Disway pada Rabu (18/06/2025).

Baca Juga: Hendak Kabur ke Singapura, Terduga Otak Penembakan WNA di Bali Dicegat di Bandara Soekarno-Hatta

Kasus ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan tokoh Hindu Lombok terhadap penanganan yang dilakukan oleh pihak Lanud Medan, terutama dari satuan Kopasgat TNI AU, yang sejak awal menyebut kematian almarhum sebagai bunuh diri, bahkan sebelum dilakukan autopsi.

Senada dengan AA Made Jelantik, pakar hukum I Gusti Putu Ekadana turut mengkritisi jalannya penyelidikan.

 Ia menilai Lanud Medan telah gegabah menyimpulkan kematian sebagai bunuh diri, padahal belum ada autopsi resmi pada saat pernyataan itu dibuat.

“Penyebab kematian inilah yang kita kejar bersama-sama. Puri juga akan turun tangan langsung, menunjuk tokoh masyarakat, pengacara, dan siapa pun yang mampu membantu mengungkap kebenaran,” tegas Putu Ekadana.

Baca Juga: Viral Penampilan Terlihat Kurus Hingga Dikira Sakit, Evan Dimas Klarifikasi Santai: Ojo Khawatir

Salah satu kejanggalan yang dikeluhkan adalah hilangnya pakaian terakhir yang dikenakan almarhum serta munculnya surat penolakan autopsi, yang diduga diberikan dalam kondisi keluarga yang masih panik.

 Hal ini dianggap sebagai bentuk kelalaian serius dalam proses hukum.

“Omong kosong penyelidikan itu kalau pakaian yang dikenakan bisa hilang begitu saja. Kami tidak percaya lagi dengan proses yang dilakukan Lanud Medan. Cara penyelidikannya sudah amburadul dan konyol,” tegas Putu.

Lebih lanjut, pihak Puri Agung Pamotan berencana bersurat resmi kepada Kepala Staf TNI AU (Kasau) agar kasus ini segera diambil alih dari Lanud Medan dan ditangani secara profesional serta transparan.

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#lanud #kematian #Puri Agung #Lettu Kes Ida Bagus Dody #keterbukaan