Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Kematian Pendaki Asal Brasil di Rinjani Terungkap, Hasil Otopsi Ungkap Hal Mengejutkan

Putu Ayu Aprilia Aryani • Sabtu, 28 Juni 2025 | 15:00 WIB

Hasil Otopsi Ungkap Fakta Penyebab Juliana Marins Meninggal
Hasil Otopsi Ungkap Fakta Penyebab Juliana Marins Meninggal

BALIEXPRESS.ID-Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana De Souza Pereira Marins, dari jurang sedalam 600 meter di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu, 25 Juni 2025.

Proses evakuasi dimulai sejak pukul 06.00 WITA dan dilakukan dengan penuh tantangan.

Baca Juga: Bukan Juara! Johnny Jansen Ungkap Target Realistis Bersama Bali United

Dilansir dari Jawa Pos, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa jenazah perempuan berusia 27 tahun itu telah diangkat dari jurang menggunakan metode lifting ke titik Last Known Position (LKP).

Setelah berhasil diangkat, jenazah Juliana kemudian ditandu oleh Tim SAR menuju Pos Sembalun, sebelum akhirnya dievakuasi lebih lanjut menggunakan helikopter ke Rumah Sakit Bhayangkara di Mataram untuk proses pemeriksaan dan otopsi.

Proses evakuasi ini melibatkan berbagai unsur potensi SAR di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Baca Juga: Diserbu Kecaman! Aksi Turis Asing Tunggangi Gajah Tuai Protes Warganet

Di antaranya adalah petugas Taman Nasional, TNI, Polri, dan warga sekitar yang turut membantu tim penyelamat memastikan jenazah Juliana bisa dievakuasi secara aman dan cepat.

Namun pada Kamis, 26 Juni 2025, jenazah Juliana akan diberangkatkan ke Bali untuk dievakuasi.

Seperti dikutip dari Lombok Post, Tim Dokter Spesialis Forensik Rumah Sakit Bali Mandara telah melakukan otopsi dan menyampaikan hasilnya pada Jumat, 27 Juni 2025.

Dokter forensik Ida Bagus Putu Alit mengungkapkan bahwa Juliana meninggal dunia akibat benturan keras pada bagian punggung, yang menyebabkan pendarahan hebat di rongga dada.

“Benturan keras terjadi di punggung dan menyebabkan pendarahan banyak di rongga dada,” jelas Putu Alit dikutip Sabtu, 27 Juni 2025.

Dokter forensik tersebut memperkirakan Juliana meninggal sekitar 20 menit setelah jatuh ke dalam jurang saat sedang berada dalam fase summit attack menuju puncak Rinjani pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Baca Juga: Kisah Sambeng Agung, Warisan Leluhur dari Canggu yang Dihidupkan Kembali di PKB 2025

“Kalau kami perkirakan, (korban meninggal dunia) sekitar 20 menit setelah mengalami luka tersebut,” tambahnya.

Menanggapi sejumlah komentar warganet di media sosial yang menyebutkan bahwa Juliana sempat terlihat bergerak setelah jatuh, pihak dokter menyatakan tidak ingin berspekulasi tanpa dasar ilmiah.

“Kami hanya bicara berdasarkan fakta. Tidak ada bukti bahwa korban meninggal dalam waktu lama setelah jatuh,” tegas Putu Alit.

Editor : Wiwin Meliana
#Juliana Marins #dokter forensik #otopsi #gunung rinjani