BALIEXPRESS.ID-Dalam perjalanan menuju Masjid Raya Cibubur untuk menghadiri acara Muharaman pada Minggu, 29 Juni 2025, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyempatkan diri membuat video refleksi dan menyapa masyarakat melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71.
Melalui video tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat yang tengah menikmati akhir pekan dan menjalankan ibadah.
“Saya ucapkan terima kasih pada warganet, selamat berlibur dan selamat menjalankan ibadah bagi mereka yang melaksanakan ibadah pergi ke Gereja di hari Minggu,” ujarnya, dikutip Senin, 30 Juni 2025.
Ia juga mengakui bahwa belum semua keluhan warga bisa ia tangani secara langsung.
“Saya mohon maaf, kalau belum bisa seluruh keluhan warga,” ucapnya.
Terkait kunjungan warga ke Lembur Pakuan, Dedi menjelaskan bahwa padatnya jadwal membuat dirinya tak selalu bisa hadir.
Ia menambahkan bahwa waktu yang terbatas membuat staf harus menyortir berbagai laporan yang masuk.
“Staf saya biasanya memilah, mana yang harus ditangani hari ini dan mana yang bisa ditangani dan mana yang tidak mungkin ditangani,” ucapnya lebih lanjut.
Gubernur yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) ini menegaskan bahwa pihaknya berupaya semaksimal mungkin dalam memberikan layanan publik.
Baca Juga: Terekam CCTV! Pencurian Helm Terjadi di Taman Griya Jimbaran, Begini Ciri-Ciri Pelaku
“Semuanya, kami memberikan layanan secara optimal tetapi bisa jadi layanannya belum maksimal untuk kepentingan semua karena terlalu banyaknya orang mengeluh dan mengadu,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa untuk laporan yang menyangkut hukum, pihaknya menyerahkannya langsung ke pihak terkait.
“Untuk yang mengadu kasus hukum, biasanya kami langsung menyerahkan kepada tim pengacara Jabar Istimewa,” sebutnya.
Sebagai penutup, Dedi kembali mengulangi permintaan maafnya karena tidak semua aduan bisa ia tangani.
“Untuk itu sekali lagi saya mohon maaf apabila tidak semua keluhan tidak bisa menanganinya karena jumlah keluhannya sangat banyak,” tutupnya.
Unggahan Gubernur Dedi menuai beragam respons dari warganet. Beberapa memberikan dukungan dan masukan terkait pengelolaan aduan masyarakat.
Seorang warganet menyarankan agar keluhan ditindaklanjuti melalui perangkat daerah. Ada juga warganet yang menyatakan dukungan penuh untuk Dedi.
“Harus bisa pak, tolong jangan tangani masalah sendiri, tampung infonya, eksekusi oleh pejabat daerahnya, PNS loba, kades aya, lurah aya. Pantau oleh Gubernur dan stafnya. Sakitu hatur nuhun,” tulis akun @agus_hadromi.
Baca Juga: Mimih! Ceceran Solar di Tanjakan Goa Gong Jimbaran, Sejumlah Kendaraan Tergelincir
“Waalaikumsalam kang, saya selalu mendukung Kang DM dari hati yang paling ikhlas, sehat terus buat Kang DM,” tulis akun @ical_cokiez.
Namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang menyampaikan kritik dan menyinggung soal kasus intoleransi yang terjadi di Cidahu, Sukabumi baru-baru ini.
“Kang, gimana itu di Sukabumi? Umat Kristen diusik saat ibadah? Tutup mata kah? Apa umat Kristen gak bisa dibuat adil?? Adakah ketegasan???” tanya akun @ronald_haryantho.
“Pak KDM tolong ditangani kasus intoleransi di Cidahu Sukabumi,” komentar akun @rita_panggabean.
“Pak, saya seorang Muslim tapi kemarin saya lihat kejadian di Sukabumi sungguh miris. Bagaimana bisa tempat ibadah umat Kristen dirusak begitu saja... Salibnya diinjak-injak, kacanya dipecahin dan lain-lain... Tapi kok Bapak @dedimulyadi71 masih diam dan tidak peduli dengan kejadian tersebut?” tulis akun @ilhamsaputra12593.
Editor : Wiwin Meliana