BALIEXPRESS.ID-Dalam perbincangan eksklusif bersama YIM OFFICIAL, tokoh pendakian Agam Rinjani menegaskan bahwa Gunung Rinjani perlu sistem keamanan dan edukasi pendakian yang terstruktur, menyusul insiden jatuhnya pendaki asing baru-baru ini.
Baca Juga: Evakuasi Pendaki Brasil di Rinjani, Agam Rinjani Ungkap Kronologi Misi Penyelamatan
Saat berada di Indofest, Agam tengah memenuhi undangan dari salah satu owner untuk melihat brand-brand outdoor yang ingin dites langsung di Rinjani.
Namun suasana berubah cepat ketika ia melihat video pendaki jatuh yang terekam drone dan viral di Instagram.
"Saya lihat ada yang jatuh, tapi malamnya kabar simpang siur. Ada yang bilang sudah ketemu, tapi saya coba HT bilang belum. Akhirnya kami bahas soal ini bagaimana membuat sistem yang membuat Rinjani aman," ungkapnya.
Baca Juga: Liburan Sekolah Lebih Bermakna Bersama Archipelago Dengan School Holideals
Agam bahkan menunda keberangkatan langsung ke lokasi, karena harus bertemu sejumlah pihak di Bogor yang terkait dengan pengembangan standar keselamatan pendakian.
Diskusi tersebut menyasar pada bagaimana menggiring brand dan komunitas untuk membangun SOP keselamatan di gunung.
"Kita harus mulai menggiring orang agar tahu cara pendakian aman di Rinjani. Jangan cuma eksplorasi, tapi ada kesadaran akan risiko," jelasnya.
Baca Juga: Viral! Spesialis Pencuri Helm Beraksi di Kuta Selatan, Pelaku Naik Scoopy Hitam Striping Doraemon
Meski tertunda, ia tetap memantau kondisi lapangan.
Setelah memutuskan untuk berangkat, ia langsung berkoordinasi dengan tim lapangan, membawa peralatan evakuasi lengkap termasuk tali sepanjang 1300 meter, dan melakukan briefing mendalam sebelum kembali naik ke titik 600 meter tempat korban diperkirakan jatuh.
Baca Juga: Agam Rinjani Sebut Gunung Rinjani Terlengkap di Indonesia, Begini Alasannya
"Tim Basarnas sudah dua malam di atas. Hari itu drone sempat terbang tapi gagal karena kabut. Tapi saat drone bisa tembus, posisi kami masih di pesawat menuju lokasi," tambah Agam.
Editor : Wiwin Meliana