Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TRAGIS! Jasad Pegawai Kantin KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan, Sang Anak Kini Yatim Piatu

Wiwin Meliana • Jumat, 4 Juli 2025 | 19:09 WIB

Suasana duka menyelimuti rumah Elok Rumantini
Suasana duka menyelimuti rumah Elok Rumantini

BALIEXPRESS.ID – Suasana duka menyelimuti kediaman Elok Rumantini, warga Lateng Gang Belimbing, Lingkungan Sritanjung, Kelurahan Temenggungan, Banyuwangi, pasca tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, Kamis (3/7/2025) dini hari.

Elok, yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai kantin di kapal nahas tersebut, menjadi salah satu korban jiwa dalam insiden tragis itu.

Baca Juga: Lantik 79 Pejabat Struktural Se-Indonesia, Menteri Nusron Tekankan Semangat Nationwide dan Sistem Meritokrasi

Hingga Kamis siang, jenazah Elok belum tiba di rumah duka, namun kabar kepergiannya sudah lebih dulu memecah kesedihan di tengah keluarga.

“Tangis kami pecah ketika tahu Elok tidak selamat,” ujar seorang kerabat dengan suara bergetar.

“Yang paling berat adalah melihat anak-anaknya harus tumbuh tanpa kedua orang tua.”

Elok meninggalkan dua putri kecil yang kini menyandang status yatim piatu. Zulfa Eliza Destavianus (13) dan adiknya, Tirsya Ayudia Septiavianus (4), harus menerima kenyataan pahit ditinggal sang ibu untuk selama-lamanya, setelah sebelumnya kehilangan ayah mereka.

Ungkapan keprihatinan dan harapan akan masa depan dua anak ini terus mengalir dari keluarga dan warga sekitar.

Baca Juga: Nahkoda KMP Tunu Pratama Jaya Belum Ditemukan, Diprediksi Tenggelam Bersama Kapal Demi Tanggung Jawab

 Banyak yang berharap ada uluran tangan dari pemerintah maupun masyarakat luas untuk membantu kehidupan dan pendidikan keduanya.

Tragedi ini merupakan bagian dari insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, kapal yang tengah berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Kapal dilaporkan mengalami kebocoran di ruang mesin dan mengirimkan sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA melalui Channel 17. Hanya tiga menit berselang, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout, lalu terbalik dan hanyut ke arah selatan.

Berdasarkan data terakhir, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 53 penumpang, 12 kru kapal, dan 22 unit kendaraan. Kondisi ombak tinggi—mencapai 2,5 meter menurut BMKG—menyulitkan upaya evakuasi. Kapal lain yang berada di sekitar lokasi, KMP Tunu Pratama Jaya 3888, sempat mencoba melakukan pertolongan, namun situasi sudah terlalu genting.

Baca Juga: Kakak Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya Alami Firasat Ini Sebelum Kejadian

“Posisi terakhir kapal terdeteksi di koordinat -08°09.371', 114°25.1569',” ujar Ni Putu Cahyani, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Tanjungwangi.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. Sementara itu, keluarga korban seperti keluarga Elok hanya bisa berharap dan berdoa, agar proses evakuasi berjalan lancar dan tidak ada lagi korban jiwa bertambah.

 

Editor : Wiwin Meliana
#KMP Tunu Pratama Jaya Alami #korban #yatim piatu #kantin #pegawai