Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Profil Ade Armando; Dari Jurnalis, Akademisi, Politisi Hingga Diangkat Komisaris PLN Nusantara Power

Wiwin Meliana • Sabtu, 5 Juli 2025 | 16:49 WIB

Perjalanan karir Ade Armando yang jabat Komisaris PLN Nusantara Power
Perjalanan karir Ade Armando yang jabat Komisaris PLN Nusantara Power

BALIEXPRESS.ID– Nama Ade Armando kembali jadi perbincangan publik setelah resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT PLN Nusantara Power (PLN NP), anak perusahaan strategis milik negara yang bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik.

Penunjukan tokoh yang dikenal sebagai akademisi sekaligus pegiat media sosial ini sontak menuai reaksi beragam dari masyarakat.

Baca Juga: Denny Siregar Sindir Pengangkatan Ade Armando Jadi Komisaris PT PLN NP: Mungkin Kasihan, Dulu Sering Kesetrum!

 Sebagian pihak mempertanyakan kompetensinya, sementara lainnya menyoroti afiliasi politik dan sikap vokalnya yang belakangan rajin memuji pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Ade Armando lahir di Jakarta pada 24 September 1961, dari pasangan Mayor Jus Gani dan Juniar Gani, keluarga keturunan Minangkabau.

Ayahnya sempat bertugas sebagai atase militer di KBRI Maroko dan Filipina, sebelum akhirnya diberhentikan dari militer dan pindah ke Malaysia sebagai pedagang.

Keluarga mereka kembali ke Indonesia pada 1968 dan menetap di Bandung dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Pendidikan dasar hingga SMA ia tempuh di Bandung dan Bogor. Ia kemudian melanjutkan studi ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, meraih gelar sarjana Ilmu Komunikasi pada 1988. Gelar Magister ia peroleh dari Florida State University, AS, pada 1991, dan gelar doktoralnya dari Universitas Indonesia pada 2006.

Baca Juga: HEBOH! Ade Armando Diangkat Jadi Komisaris PT PLN Nusantara Power

Karier Ade dimulai sebagai wartawan di majalah Prisma, kemudian menjadi redaktur LP3ES, dan sempat bergabung dengan harian Republika. Namun, karena tekanan politik di era Orde Baru, ia meninggalkan dunia jurnalistik dan memilih fokus di bidang akademik dan riset media.

Pada 1990, ia diangkat sebagai dosen tetap di Ilmu Komunikasi FISIP UI, tempat ia dikenal sebagai pengajar vokal. Ia juga pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan aktif menulis serta berbicara soal media, demokrasi, dan politik.

Pada April 2023, Ade Armando resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ia maju sebagai calon legislatif dari Dapil DKI Jakarta II dalam Pemilu 2024. Untuk totalitas dalam politik, ia mengundurkan diri sebagai dosen PNS UI sebulan sebelum resmi masuk partai. Meskipun gagal lolos ke DPR, Ade tetap aktif di dalam PSI dan berbagai forum diskusi politik.

Penunjukan Ade Armando sebagai komisaris PLN Nusantara Power pada Juli 2025 sempat bocor ke publik lewat dokumen RUPS yang beredar di media sosial. Dalam susunan dewan komisaris terbaru, namanya tercantum bersama tokoh-tokoh lain seperti Edi Srimulyanti, Suharyono, M. Pradana Indraputra, Adam Muhammad, dan Muhammad Syafi’i.

Baca Juga: Modus Cari Rumput, Pria 60 Tahun Diamuk Massa Usai Ketahuan Curi Motor Revo

Namun, penunjukan tersebut tidak lepas dari kritik dan sindiran tajam. Banyak yang menyoroti apakah latar belakang akademisi dan politikus seperti Ade cukup relevan untuk jabatan strategis di sektor energi.

“Mungkin kasihan karena dulu sering kesetrum,” sindir pegiat media sosial Denny Siregar, menanggapi penunjukan tersebut.

Beberapa komentar netizen lainnya juga menuding jabatan itu sebagai "hadiah politik" atas sikap loyal Ade terhadap pemerintah. Sementara itu, belum ada penjelasan resmi dari pihak Kementerian BUMN maupun PLN terkait dasar penunjukan komisaris baru tersebut.

Meski menimbulkan polemik, Ade Armando telah menyatakan siap menjalankan tugas barunya dan mulai aktif sejak 3 Juli 2025.

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#Komisaris PT PLN #ade armando #profil #politisi