Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Profil Kompol I Made Yogi, Perwira Kelahiran Jembrana yang Dipecat Akibat Kasus Pembunuhan Brigadir Nurhadi

I Putu Suyatra • Rabu, 9 Juli 2025 | 03:35 WIB

Kompol I Made Yogi Purusa Utama, S.E., S.I.K., M.H.
Kompol I Made Yogi Purusa Utama, S.E., S.I.K., M.H.

BALIEXPRESS.ID – Kisah tragis menimpa Kompol I Made Yogi Purusa Utama, seorang perwira polisi dengan rekam jejak karir yang sebelumnya cemerlang.

Mantan Kasubbid Paminal Propam Polda NTB ini kini resmi dipecat dari korps Bhayangkara setelah terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi.

Kompol Yogi diduga menganiaya Brigadir Nurhadi hingga tewas di sebuah vila di Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu, 16 April 2025.

Atas perbuatannya, Yogi terbukti melanggar Pasal 11 ayat (2) huruf b dan Pasal 13 huruf e dan f Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri, serta dikenakan Pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri. 

Pesta Maut Berujung Petaka: Misteri Kematian Brigadir Nurhadi

Kasus ini bermula ketika Brigadir Nurhadi diajak berpesta di Gili Trawangan oleh Kompol Yogi dan satu polisi lain yang juga ditetapkan sebagai tersangka, Ipda Haris Chandra (HC).

Seorang perempuan berinisial M juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Diduga, selama pesta, Brigadir Nurhadi mengonsumsi obat penenang riklona dan pil ekstasi (inex).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes Syarif Hidayat, mengungkapkan, "Ada peristiwa almarhum (Brigadir Nurhadi) mencoba untuk merayu dan mendekati rekan wanita salah satu tersangka, itu ceritanya. Diduga merayu dan itu dibenarkan oleh saksi yang ada di TKP (tempat kejadian perkara)."

Sekitar pukul 21.00 WITA, salah satu tersangka mengabarkan bahwa Brigadir Nurhadi sudah berada di kolam dan diangkat.

Awalnya, kematian Nurhadi dikabarkan akibat tenggelam. 

Fakta Mengejutkan dari Autopsi: Cekikan dan Luka Benda Tumpul!

Namun, hasil autopsi oleh dokter forensik mengungkap fakta yang jauh lebih mengerikan.

Dokter Forensik Unram, dr Arfi Samsun, menyatakan bahwa tulang lidah Nurhadi patah yang disebabkan oleh cekikan. Selain itu, ditemukan juga luka memar di bagian kepala depan dan belakang akibat benda tumpul.

"Jadi ada kekerasan pencekikan yang utama yang menyebabkan yang bersangkutan tidak sadar atau pingsan sehingga berada di dalam air," jelas dr Arfi Samsun.

Meski demikian, hingga saat ini Ditreskrimum Polda NTB belum mendapatkan pengakuan mengenai siapa pelaku pencekikan tersebut.

"Ini yang masih kami dalami, sampai hari ini kita belum dapatkan pengakuan," ujar Kombes Syarif.

Hasil pemeriksaan poligraf (pendeteksi kebohongan) bahkan menunjukkan bahwa seluruh jawaban dari para tersangka sebagian besar berbohong. 

Jejak Karir Kompol Yogi: Dari Akpol Hingga LHKPN Miliaran Rupiah 

Kompol I Made Yogi Purusa Utama, S.E., S.I.K., M.H., lahir di Jembrana, Bali, dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2010.

Ia satu angkatan dengan AKP Irfan Widyanto, yang terlibat dalam kasus obstruction of justice Ferdy Sambo.

Yogi memiliki rekam jejak karir yang cukup mengesankan, pernah menjabat sebagai Kasatresnarkoba Polresta Mataram dan Kasatreskrim Polresta Mataram.

Ia juga baru saja lulus seleksi Sespimen pada tahun 2024, namun kelulusan tersebut kini terancam dianulir akibat kasus yang menjeratnya.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kompol Yogi tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp1,1 miliar.

Sebagian besar hartanya berasal dari tanah dan bangunan yang terletak di Kabupaten Sidoarjo. Kasus ini bukan hanya menghancurkan karir yang telah dibangunnya, tetapi juga mencoreng reputasinya sebagai seorang perwira polisi. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Brigadir Nurhadi #bali #pembunuhan #Kompol I Made Yogi Purusa Utama #inex #polda ntb #jembrana #Polisi