Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dedi Mulyadi Kritik Ketimpangan Penerimaan Pajak: Industri di Jabar, Uang Lari ke Jakarta

Putu Ayu Aprilia Aryani • Rabu, 9 Juli 2025 | 17:48 WIB

Dedi Mulyadi Soroti Aliran Pajak Perusahaan di Jabar ke Jakarta
Dedi Mulyadi Soroti Aliran Pajak Perusahaan di Jabar ke Jakarta

BALIEXPRESS.ID-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menyuarakan keprihatinannya soal ketimpangan penerimaan daerah dalam pengelolaan pajak perusahaan besar.

Melalui unggahan di akun Instagram  pribadinya @dedimulyadi71, Dedi menyorot banyak perusahaan yang beroperasi di Jawa Barat namun membayar pajak melalui kantor pusat di Jakarta, sehingga dana bagi hasil tidak mengalir ke daerah tempat aktivitas industri berlangsung.

Baca Juga: Sidak Plastik Sekali Pakai di PKB, Petugas Temukan Beberapa Pedagang Masih Bandel

“Yang mengalir di Jakarta itu bukan cuma air, tapi uang. Perusahaan-perusahaan besar di Jawa Barat itu membayar pajak menggunakan NPWP induk yang berpusat di Jakarta,” ujar Dedi, Rabu (9/7/2025).

Ia juga menambahkan bahwa kondisi tersebut menyebabkan dana yang seharusnya menjadi hak Jawa Barat justru mengalir ke Ibu Kota. “Ketika dana bagi hasilnya itu mengalir ke Jakarta,” imbuhnya.

Dedi menekankan bahwa pemerintah provinsi, kabupaten, hingga desa di Jawa Barat harus bekerja ekstra keras memperbaiki infrastruktur dan lingkungan yang terdampak oleh aktivitas industri.

“Pemerintah provinsi Jawa Barat, kabupaten dan desa harus berjuang untuk, satu, memperbaiki jalan yang rusak. Karena tiap hari dilewati truk besar pengangkut bahan industri,” jelasnya.

Baca Juga: Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja Baru, Yayasan AHM Latih Puluhan UMKM Bengkel Sepeda Motor

Soal pencemaran air, Dedi juga menyoroti kondisi sungai-sungai di Jawa Barat yang terdampak limbah industri.

“Kedua harus berjuang memperbaiki sungai karena tiap hari dialiri pencemaran limbah,” ucap Dedi.

Tak hanya air, kualitas udara pun disebut Dedi semakin terancam akibat aktivitas industri.

“Ketiga harus memperbaiki kualitas udara, karena dampak dari pencemaran industri, maka harus memperbaiki kualitas lingkungan,” terangnya.

Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, Dedi memastikan bahwa pihaknya akan tetap menjalankan tanggung jawab dengan penuh semangat.

“Dan kami lakukan itu semua dengan dana yang seadanya. Tetapi kami tetap semangat karena mencintai daerah ini,” tutupnya.

Pernyataan Dedi Mulyadi menuai berbagai tanggapan dari masyarakat di media sosial.

Banyak yang menyuarakan dukungan sekaligus menyentil persoalan distribusi keuangan daerah.

Baca Juga: Viral! Jalan Berlubang di Bedulu Gianyar Sebabkan Pengendara Jatuh, Warga Minta Pemerintah Bertindak

“Uang mengalir sampai kita mau Bergerak untuk Bersedekah serta Peduli dengan alam sekitar.. Salam Sehat pak Gub dan Siap untuk Cerdas menuju Jawa Barat Istimewa,” tulis akun @yudi.iswant.

“Air mengalir sampai jauh, Uang mengalir sampai tempat tujuannya yang tepat agar tidak salah sasaran... Agar lebih bermanfaat bermartabat berkah buat yang menyalurkan dan yang disalurkan... Karna keadilan sosial bagi seluruh Indonesia. Sehat selalu berkah yuswa sukses dunia akhirat ,tetap menjadi pemimpin rakyat yang adil dan jujur,” ujar akun @widyia_ayy26.

“Uang mengalir sampai ke berbagai penjuru dunia.. asalkan kita mempergunakan rejeki sebaik mungkin, insyallah rejeki tidak akan pernah terputus,” ketik akun @liezna_rosegold.

“Ngalir ka proyek pak, sehat jagjag waringkas bapak, Aamiin,” tulis akun @bondjol04.

Pernyataan ini mempertegas pentingnya kebijakan fiskal yang adil bagi daerah-daerah yang menopang perekonomian nasional, agar pembangunan dan kesejahteraan bisa merata.

 

Editor : Wiwin Meliana
#jakarta #jawa barat #penerimaan pajak #INDUSTRI #dedi mulyadi