BALIEXPRESS.ID— Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya akan kembali diperpanjang selama tiga hari ke depan, hingga Senin (14/7).
Perpanjangan ini menyusul temuan korban yang masih terus berlangsung.
Baca Juga: Musda Golkar Digelar 13 Juli di Sanur
Deputi Bidang Operasi Basarnas, Laksamana Muda (Purn) Ribut Eko Suyanto, mengatakan bahwa dari total 65 penumpang dalam manifes, 47 orang telah ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal.
Dengan demikian, masih ada 18 korban yang belum ditemukan.
“Karena masih terus ada korban yang ditemukan, maka pencarian kita lanjutkan. Target kami adalah bisa mengangkat sebanyak mungkin korban dalam tiga hari ke depan,” tegas Eko pada Jumat (11/7).
Baca Juga: Kisah I Wayan Kariasa, dari Ngirisin Tuak hingga Kelola Resort dan Restoran di Karangasem
Untuk mendukung efektivitas pencarian, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, memberikan dukungan berupa data cuaca maritim Selat Bali secara real-time, yang diharapkan bisa dijadikan acuan oleh tim SAR dan penyelam.
“Tanggal 18 sampai 21 Juli akan ada penurunan arus. Kami akan update analisa cuaca setiap 10 menit agar bisa digunakan langsung di lapangan,” ujar Seto, sembari mengingatkan tim SAR untuk tetap waspada karena Selat Bali saat ini masih dalam status peringatan dini 1 (waspada).
Sementara itu, Danguspurla Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, menyampaikan bahwa posisi bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya telah ditemukan. Kapal diketahui berada di dasar laut dengan posisi miring ke kiri.
Baca Juga: Kisah I Wayan Kariasa, dari Ngirisin Tuak hingga Kelola Resort dan Restoran di Karangasem
Tim TNI AL saat ini tengah menyiapkan gambaran visual detil dari posisi kapal menggunakan teknologi ROV (Remotely Operated Vehicle) yang lebih canggih.
“Besok kita akan kembali ambil gambar lebih jelas menggunakan ROV tambahan agar kita punya data visual lengkap,” jelas Endra.
Dengan kombinasi perpanjangan waktu pencarian, dukungan data cuaca, serta pemetaan visual bawah laut, Basarnas berharap dapat menuntaskan pencarian 18 korban yang masih hilang dalam insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
Operasi SAR ini menjadi ujian besar bagi koordinasi lintas lembaga, serta komitmen terhadap keselamatan dan penanganan musibah laut secara cepat dan menyeluruh.
Editor : Wiwin Meliana