BALIEXPRESS.ID-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menunjukkan kepeduliannya kepada korban insiden pesta rakyat pernikahan putranya, Maula Akbar dengan Putri Karlina, yang digelar di Alun-alun Garut pada Jumat (18/7/2025).
Dalam insiden tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat berdesak-desakan di tengah kerumunan massa.
Baca Juga: Tragedi Pohon Tumbang di Lapangan Trisakti Legian, Timpa Tiga Mobil
Melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Dedi terlihat menjenguk salah satu korban selamat yang dirawat di RSUD Garut.
Dalam video tersebut, ia menyampaikan janji untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban.
"Ibu nanti saya bertanggung jawab sampai sembuh ya, gak usah mikirin biaya pengobatan," ucap Dedi kepada korban, seorang ibu yang diketahui mengalami sakit di bagian bawah tubuhnya yang merupakan bekas operasi.
Tak hanya menjamin pengobatan, Gubernur Dedi Mulyadi juga memberikan bantuan tunai sebesar Rp10 juta kepada korban. Bantuan itu diberikan untuk menopang kebutuhan hidup korban selama masa pemulihan.
"Nanti saya nitip buat ibu, selama dirawat kan berhenti bekerja, saya nitip Rp10 juta untuk bekalnya aja ya. Nanti biar ibunya tenang," lanjutnya.
Korban yang sehari-hari berjualan jajanan khas Sunda itu mengaku senang dan bersyukur atas bantuan tersebut.
Dedi juga sempat meminta maaf secara langsung karena acara syukuran pernikahan tersebut berdampak buruk bagi sebagian masyarakat.
Dilansir dari Radar Bogor upah Minimum Regional (UMR) Kota Bogor tahun 2025 yang sebesar Rp1.126.897 per bulan (Radar Bogor), sedangkan bantuan Rp10 juta dari Dedi Mulyadi setara hampir dua kali lipat UMR selama empat bulan.
Sementara itu, dalam insiden berdesak-desakan saat pesta pernikahan tersebut, tiga orang yang meninggal telah teridentifikasi, yakni Vania Aprilia (8) warga Garut, Dewi Jubaedah (61) asal Jakarta Utara, dan Bripka Cecep Saeful Bahri (39), anggota Polres Garut.
Baca Juga: Tangan Diduga Remuk Terjepit Mesin, Tim SAR Denpasar Evakuasi ABK MV GH Alize
Petugas keamanan sempat kewalahan menangani padatnya kerumunan warga yang datang dari berbagai daerah.
Kepedulian Dedi Mulyadi terhadap korban luka ini menuai beragam respons publik. Banyak yang mengapresiasi langkah cepatnya membantu korban secara langsung, meski insiden ini juga memunculkan pertanyaan soal manajemen massa dalam acara publik berskala besar.
Editor : Wiwin Meliana